Showing posts with label Herbal. Show all posts
Showing posts with label Herbal. Show all posts

Friday, November 13, 2015

Curcumin Sebagai Herbal Medicine untuk Antikanker

Herbal Medicine sebagai sarana pengobatan alternatif telah mendapat perhatian masyarakat luas akhir-akhir ini. Selain menjanjikan nilai ekonomi, herbal medicine bisa memperkecil efek negatif dari penggunaan obat kimiawi. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengembangkan potensi tanaman herbal bagi kesehatan (herbal medicine). Pengembangan obat herbal meliputi jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka.

Indonesia sebagai negara yang mempunyai beragam hayati dan kaya tanaman obat tidak menyia-yiakan anugerah yang besar tersebut. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) di Tawangmangu, Jawa Tengah, sebagai lembaga penelitian dan pengembangan herbal. 

Tulisan kali ini akan membahas potensi curcumin dalam herbal medicine sebagai anti kanker. Curcumin merupakan salah satu zat aktif yang terdapat di dalam kunyit (Curcuma longa), jahe (Zingiber officinale) dan bangle (Zinggiber cassumunar Roxb.). Curcumin secara in vitro dan in vivo telah terbukti memiliki potensi terapeutik sebagai antioksidan kuat, antivirus dan antibakteri. Curcumin juga memiliki potensi besar untuk digunakan melawan kanker melalui beberapa jalur, khususnya pada kanker kolon. Sebagai antioksidan, Curcumin bekerja secara langsung dalam menurunkan kadar Reactive Oxyigen Species (ROS) yang berlebihan pada stres oksidatif. Selain itu, mengaktivasi jalur Keap1-Nrf2, menginduksi translokasi Nrf2 dari sitoplasma ke nukleus, sehingga mengaktifkan pembentukan protein-protein yang berfungsi sebagai antioksidan.
1 Herbal Medicine UNEJ 

Penjelasan lebih lengkap mengenai potensi curcumin dalam herbal medicine; sebagai antikanker, bisa temans kunjungi link url berikut; https://desiemeilana.wordpress.com/2015/11/09/herbal-medicine-unej-curcumin-anti-kanker/


Referensi:

Thursday, November 12, 2015

Manfaat Kulit Rambutan Sebagai Antidiabetes

Herbal Medicine Indonesia

Indonesia sejak dulu kala telah dikenal dengan keragaman hayatinya yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Pusat penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional yang berada di Tawangmangu - Karanganyar - Jawa Tengah merupakan salah satu lembaga penelitian tanaman obat di Indonesia. Sedangkan salah satu kampus di Indonesia yang tengah giat mengembangkan Wahana Edukasi Tanaman Obat dan konsen dalam penelitian tentang herbal medicine adalah Universitas Jember (UNEJ). 

Herbal medicine UNEJ mengalami perkembangan yang patut dibanggakan dan anda bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai Wahana Edukasi Tanaman Obat UNEJ dan agroteknopark UNEJ disini.

Pada tulisan kali ini kita akan membahas herbal medicine; ekstrak kulit rambutan, sebagai tanaman obat antidiabetes.

American Diabetes Association (ADA) 2006, mendefinisikan diabetes melitus (DM) sebagai suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. DM dibagi menjadi dua katagori utama berdasar pada sekresi insulin endogen yaitu insulin dependent diabetes mellitus (IDDM) dan non insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM). NIDDM juga dikenal sebagai diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2).

Penelitian-penelitian epidemiologi menunjukkan bukti adanya peningkatan insiden DM di seluruh dunia termasuk Indonesia. WHO memprediksi kenaikan jumlah penderita DM di Indonesia menjadi hampir tiga kali lipat dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Komplikasi DM dapat mengenai beberapa organ, oleh karena itu penelitian mengenai mekanisme penyakit ini dan terapinya terus dikembangkan, salah satunya melalui pengembangan obat-obatan yang berasal dari alam (herbal).