Showing posts with label Farmakologi. Show all posts
Showing posts with label Farmakologi. Show all posts

Monday, November 16, 2015

Benarkah Obat Merk Dagang Lebih Baik?

Beberapa waktu lalu saat saya memberi kuliah Farmakologi tentang Penggolongan Obat dan Terapi Rasional, salah satu mahasiswa bertanya tentang perbedaan antara obat dalam Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN), obat paten dan generik. Maka, kali ini saya akan sedikit membahasnya.

Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar yang berisikan obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. DOEN merupakan standar nasional minimal untuk pelayanan kesehatan. Dikatakan esensial karena merupakan obat terpilih yang paling dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan. DOEN ini selalu dievaluasi dan direvisi meskipun tidak setiap tahun, bisa 2 tahun sekali atau lebih. Contohnya obat yang sudah tidak ada di pasaran atau ditarik dari pasaran tentunya sudah tidak masuk dalam DOEN lagi.

Obat paten merupakan obat yang memiliki hak paten, yang diberikan kepada industri farmasi pada obat baru yang baru ditemukan berdasarkan riset industri farmasi tersebut dan diberi hak paten untuk memproduksi dan memasarkannya, setelah melalui berbagai tahapan uji klinis sesuai aturan yang telah ditetapkan secara internasional. Nah, obat yang telah diberi hak paten tersebut tdk boleh diproduksi dan dipasarkan dengan nama generik oleh industri farmasi lainnya tanpa izin pemilik hak paten selama masih dalam masa hak paten, umumnya sekitar 20 tahun dan tidak dapat diperpanjang. 

Thursday, February 28, 2013

Obat Antikoagulan, Antitrombosit dan Trombolitik

Dokter Muslimah
dokterrosfanty.blogspot
Obat yang bekerja pada jantung dan pembuluh darah, baik arteri maupun vena dibagi dalam sembilan sub kelas sebagai berikut:
1.      Obat inotropik positif
2.      Obat anti-aritmia
3.      Obat antihipertensi
4.      Obat anti-angina
5.      Diuretik
6.      Obat yang mempengaruhi sistem koagulasi darah
7.      Obat hipolipidemik
8.      Obat untuk syok dan hipotensi
9.      Obat untuk gangguan sirkulasi darah (serebral, arteri, vena)

Jantung dan pembuluh darah merupakan alat dalam tubuh yang mengatur peredaran darah sehingga kebutuhan makanan dan sisa metabolisme jaringan  dapat terangkut dengan baik. Jantung sebagai organ pemompa darah sedangkan pembuluh darah sebagai penyalur darah ke jaringan. Sistem kardiovaskuler dikendalikan oleh sistem saraf otonom melalui nodus SA, nodus AV, berkas His dan serabut Purkinye. Pembuluh darah juga dipengaruhi sistem saraf otonom melalui saraf simpatis dan parasimpatis. Setiap gangguan dalam sistem tersebut akan mengakibatkan kelainan pada sistem kardiovaskuler. Obat kardiovaskuler merupakan kelompok obat yang mempengaruhi dan memperbaiki sistem kardiovaskuler secara langsung ataupun tidak langsung.
Di sini akan dibahas obat-obat yang menghambat pembentukan tromboemboli yaitu obat-obat yang mempengaruhi sistem koagulasi darah antara lain antikoagulan, antiplatelet, dan trombolitik.

Thursday, February 14, 2013

Farmakoterapi Pada Kehamilan dan Menyusui

Dokter Muslimah
denikrisna.wordpress
Terapi selama kehamilan dan laktasi merupakan pembahasan yang menarik karena adanya pengaruh obat-obatan terhadap ibu dan bayinya. Sumber rujukan obat-obatan apa saja yang digunakan selama hamil dan menyusui sudah dikategorikan secara lengkap oleh Food and Drug Administration (FDA). 

FDA menyusun kategori obat sebagai petunjuk terhadap penggunaan obat selama kehamilan berdasarkan rasio” risk and benefit”. Jika kategori FDA ini dibandingkan dengan sumber lainnya, hanya 61(26%) dari 236 obat yang memiliki kategori sama. Contoh: oral kontrasepsi, diklasifikasikan teratogenik oleh FDA tetapi pada sumber lain dikategorikan tidak berbahaya. FDA hanya memberikan sedikit sekali rekomandasi obat yang aman (kategori A), karena FDA melakukan trial control untuk menentukan jenis obat mana yang aman, dan itu hanya sedikit.

Kategori Obat yang Diberikan Selama Kehamilan

(US Food and Drug Administration/FDA-USA dan Australian Drug Evaluation Committee)
  1. Kategori A
    Digunakan secara luas, tanpa malformasi janin atau pengaruh negatif lain.
  2. Kategori B
    Digunakan terbatas, pengaruh buruk tidak terbukti. Berdasarkan uji toksikologi pada hewan dibedakan :
    a. B1 : Tidak terbukti
    b. B2 : Percobaan terbatas, tidak ditemukan peningkatan kerusakan janin pada hewan
    c. B3 : Terjadi peningkatan kerusakan janin hewan, pada manusia belum tentu bermakna
  3. Kategori C
    Memberi pengaruh buruk (reversible) tanpa malformasi anatomi, (semata karena efek farmakologik obat)
  4. Kategori D
    Menyebabkan peningkatan malformasi dan kerusakan janin yang irreversible, efek farmakologik juga merugikan
  5. Kategori X
  6. Terbukti mempunyai risiko tinggi terjadi pengaruh buruk yang irreversible, merupakan kontaindikasi mutlak.

Thursday, February 7, 2013

Obat Sistem Saluran Cerna

Dokter Muslimah
buiten-zorg.blogspot
Mukosa lambung, pilorus dan kardia mengeluarkan mukus, sehingga mukosanya tahan asam. Bila produksi asam lambung dan pepsin yang bersifat korosif tidak seimbang dalam sistem gastro-duodenal akan timbul tukak peptik esofagus, lambung dan duodenum. Tukak peptik diduga diturunkan, karena banyak kasus terjadi pada keluarga yang berkaitan darah langsung.

Lebih sering terjadi pada pria, karena jumlah sel parietal pada pria lebih banyak daripada yang ada di wanita. Pada pasien sirosis hepatis, mungkin terjadi gangguan metabolisme histamin yang menyebabkan hipersekresi HCl. Mungkin karena faktor psikis, tapi belum dipastikan. Obat – obatan lokal pada GIT antara lain :

1. Antasida
Antasida adalah obat yang menetralkan asam lambung, dapat menghilangkan nyeri tukak peptik. Tidak mengurangi produksi HCl, tapi peninggian pH akan mengurangi aktivitas pepsin, misalnya jenis amunium hidroksida yang akan menghambat pepsin secara langsung. Kerja antasid sangat bergantung pada kelarutan dan kecepatan netralisasi asam, masa kerjanya bergantung pada lama pengosongan lambung.

Umumnya adalah golongan basa lemah, misalnya oksi-aluminium tapi sukar meninggikan pH lambung lebih dari 4. Magnesium hidroksida, basa kuat secara teoritis dapat meninggikan pH sampai 9, tetapi dalam penerapan tidak terjadi demikian. Antasid dibagi dalam 2 golongan, yaitu antasid sistemik dan antasid non-sistemik. Antasid sistemik, misalnya natrium bikarbonat, diabsorbsi dalam usus halus sehingga urin bersifat alkalis, sedangkan antasid non-sistemik hampir tidak diabsorbsi dalam usus, sehingga tidak akan terjadi alkalosis sistemik.

Wednesday, February 6, 2013

Obat Antitiroid

Dokter Muslimah
bhaskoroarifin.wordpress
1. Hormon Tiroid
1.1 Mekanisme Kerja Hormon Tiroid
Mekanisme kerjanya melalui inti sel, hormonnya adalah Triyodotironin. Bekerja dengan memodulasi transkripsi gen dan sintesis protein. T4 dan T3 berikatan dengan reseptor yang sama, tapi T4 tidak menyebabkan transkripsi gen, jadi T4 disebut sebagai prohormon.

1.2 Peran dalam Pertumbuhan
Hormon ini mempunyai peran yang sangat penting terhadap pertumbuhan otak, oleh karena itu, jika hormon tiroid tidak ada pada masa neurogenesis (0-6 bulan pasca lahir) mungkin terjadi retradasi mental yang irreversibel dan kretinisme. Kretinisme sendiri dibedakan menjadi endemik dan sporadik. Endemik bisa terjadi dengan atau tanpa goiter, sedangkan yang sporadik akan selalu disertai goiter. Tiroksin meningkatkan penggunaan O2 pd hampir semua jaringan, yang tidak responif hanya otak, gonad dan limpa. Disamping itu tiroksin berperan penting pada termogenesis.

2. Gangguan fungsi
2.1 Hipofungsi Tiroid
Terjadi akibat defisiensi yodium. Pada daerah non-endemik umumnya disebabkan karena tiroiditis autoimun yang kronis (tiroiditis hashimoto) dimana penyakit ini ditandai dengan tingginya antibodi terhadap peroksidase tiroid di sirkulasi.

Kegagalan kelenjar tiroid memproduksi hormon adalah penyebab paling sering, disebut hipotiroidisme primer, disamping itu ada pula hipotiroidisme sentral yang terjadi akibat efek stimulasi TSH yang kurang memadai.

Hipotiroidisme non-goiter biasanya karena degenerasi atau atrofi kelenjar, bisa juga sebagai tahap akhir penyakit Grave. Pada tiroiditis hashimoto, biasanya disertai goiter. Gambaran klinis pasien tampak spesifik dengan muka yang ekspresif, membengkak, pucat, kulit dingin dan kering, kepala bersisik, rambut kasar kering dan mudah lepas, kuku jari menebal tetapi rapuh. Suara penderita akan terdengar parau, bicara lambat dengan gangguan daya pikir bahkan mungkin depresi. Pada pasien wanita dapat timbul gangguan haid.

2.2 Hiperfungsi Tiroid
Merupakan keadaan dimana hormon tiroid bebas dalam darah kadarnya meningkat, bisa terjadi karena hiperfungsi kelenjar tiroid. Yang disebut subclinical hyperthyroidism  adalah apabila hipertiroid terjadi dengan kadar TSH plasma rendah dan T3 serta T4 normal. Penyakit grave (toxic diffuse goiter) merupakan penyebab paling sering, biasa terjadi pada pasien 20-50 tahun. Gejala yang timbul akibat pembentukan panas berlebih dan peningkatan motorik syaraf simpatis antara lain kulit kemerahan, otot lemah, tremor dengan frekuensi denyut nadi dan jantung cepat, bila pasien kebutuhan makannya tidak terpenuhi berat badan akan turun drastis.

Monday, February 4, 2013

Obat Pada Sistem Respirasi

Dokter Muslimah
klikdokter.com
Tujuan umum dari pengelolaan penyakit pada sistem respirasi adalah mengurangi obstruksi dengan memperbaiki diameter saluran napas, menghilangkan sekresi yang tertahan, memberantas infeksi dan mengoreksi ventilasi yang abnormal. Mengingat pentingnya fungsi paru dan mengingat banyaknya macam obat yang dapat digunakan dalam klinik yang dapat mempengaruhi fungsi paru, maka di sini akan dibahas terutama mengenai obat asma bronkial, antitusif, ekspektoran dan mukolitik. 
Penatalaksanaan asma dapat ditinjau dari berbagai pendekatan, berikut akan dijelaskan masing - masing metode tersebut. 

1Mencegah alergen IgE
    • Mencegah/ menghindari kontak dengan alergen, yang hal ini tampaknya sederhana namun susah dilakukan, karena faktor pemicu asma sangat bervariasi dan berbeda -beda pada tiap pasien.
    • Hiposensitasi, yakni dilakukan dengan terapi menyuntikkan alergen sedikit demi sedikit dengan tujuan agar tubuh membentuk IgG, sebagai blocking antibody yang mencegah ikatan antara IgE dengan alergen yang bisa masuk ke tubuh kapan saja. Namun efek terapi ini masih sangat diragukan.
    2.  Mencegah pelepasan mediator
    Premedikasi dengan natrium kromolin dapat mencegah spasme bronkus yang dicetuskan oleh alergen, yakni bekerja dengan mencegah pengelepasan mediator mastosit. Obat ini tidak akan mengatasi spasme bronkus yang telah terjadi, oleh karena itu hanya akan dipakai sebagai obat terapi pemeliharaan. Natrium kromalin akan sangat efektif pada anak dengan asma alergi. Disamping itu obat agonis β-2 maupun teofilin selain bersifat bronkodilator juga dapat mencegah pelepasan mediator.

    3.  Melebarkan saluran nafas dengan bronkodilator 
    • Simpatomimetik: Agonis β -2, (salbutamol, terbutalin, fenoterol, prokaterol) merupakan obat-obat yang seringkali dipilih mengatasi serangan asma akut. Dapat diberikan secara inhalasi melalui MDI (Metered Dosed Inhaler) atau nebulizer. Epinefrin diberikan subkutan sebagai pengganti agonis β -2 dalam serangan asma berat, dianjurkan untuk anak dan dewasa muda.
    • Aminofilin dipakai waktu serangan asma akut, diberikan dosis awal dan dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan.
    • Kortikosteroid sistemik, merupakan bronkodilator, akan tetapi melebarkan saluran napas secara tidak langsung, dipakai saat serangan asma akut dan controller pada pemeliharaan asma berat.
    • Antikolinergik, terutama dipakai sebagai suplemen bronkodilator agonis β -2 pada serangan.

    Friday, February 1, 2013

    Farmakologi Dasar Obat Golongan NSAID (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs)

    Dokter Muslimah
    m.mediaindonesia.com
    Definisi NSAID

    NSAID (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) atau obat anti inflamasi non steroid (AINS) adalah suatu kelompok obat yang berfungsi sebagai anti inflamasi, analgetik dan antipiretik. NSAID merupakan obat yang heterogen, bahkan beberapa obat sangat berbeda secara kimiawi. Walaupun demikian, obat-obat ini ternyata memiliki banyak persamaan dalam efek terapi maupun efek samping.  Obat golongan NSAID dinyatakan sebagai obat anti inflamasi non steroid, karena ada obat golongan steroid yang juga berfungsi sebagai anti inflamasi. Obat golongan steroid bekerja di sistem yang lebih tinggi dibanding NSAID, yaitu menghambat konversi fosfolipid menjadi asam arakhidonat melalui penghambatan terhadap enzim fosfolipase. Hal ini dapat dilihat di gambar 1.

    Prototip obat golongan ini adalah aspirin, karena itu obat golongan ini sering disebut juga sebagai obat mirip aspirin (aspirin like drugs). Contoh obatnya antara lain: aspirin, parasetamol, ibuprofen, ketoprofen, naproksen, asam mefenamat, piroksikam, diklofenak, indometasin.

    Mekanisme Kerja


    Gambar 1. Biosintesis prostaglandin

    Sebagian besar efek terapi dan efek samping NSAID berdasarkan atas penghambatan biosintesis prostaglandin (PG). Pada saat sel mengalami kerusakan, maka akan dilepaskan beberapa mediator kimia. Di antara mediator inflamasi, prostaglandin adalah mediator dengan peran terpenting. Enzim yang dilepaskan saat ada rangsang mekanik maupun kimia adalah prostaglandin endoperoksida sintase (PGHS) atau siklo oksigenase (COX) yang memiliki dua sisi katalitik. Sisi yang pertama adalah sisi aktif siklo oksigenase, yang akan mengubah asam arakhidonat menjadi endoperoksid PGG2. Sisi yang lainnya adalah sisi aktif peroksidase, yang akan mengubah PGG2 menjadi endoperoksid lain yaitu PGH2. PGH2 selanjutnya akan diproses membentuk PGs, prostasiklin dan tromboksan A2, yang ketiganya merupakan mediator utama proses inflamasi. COX terdiri atas dua isoform yaitu COX-1 dan COX-2.