Showing posts with label Anak dan Balita. Show all posts
Showing posts with label Anak dan Balita. Show all posts

Monday, August 18, 2014

Ajari Anak Anda Tingkatan Suara dan Tempat Pemakaiannya

Mengajari anak kita mengenai tingkatan-tingkatan suara (intonasi) dan tempat pemakaiannya adalah sesuatu yang perlu. Berbisik, suara yang rendah untuk percakapan rahasia, sehingga tidak mengganggu orang tidur. Perkataan dengan intonasi atau aksen datar, dipakai dalam kehidupan sehari-hari seperti ketika bermain dan bercakap-cakap. Kemudian suara tinggi dipakai saat minta tolong, memperingatkan seseorang yang ada dalam bahaya tetapi ia tidak melihatnya.

Contoh berikut akan menjelaskan apa yang kita maksudkan. Ahmad berusia 4 tahun, dia meminta apa saja kepada ibunya dengan cara berteriak keras sekali. Sepertinya teriakan si Ahmad itu sebagai ganti dari bicaranya. Kemudian sang ibu ingin mengajarinya bagaimana berbicara dengan lebih tenang. Sang ibu berbicara kepada putranya, "Mari kita berbicara tentang suara." Suara itu adakalanya tinggi dan keras -lalu ia berbicara dengan suara tinggi-, adakalanya pelan dan halus -ia merendahkan suaranya dan berbicara dengan intonasi normal tanpa emosi-. "Anakku..., mari kita berlatih". "Ibu ingin mendengar suara yang tinggi." Ahmad tersenyum lalu berteriak, "Ini suara keras", katanya. Ibunya menjawab "bagus". "Sekarang ibu ingin mendengar suara kamu yang pelan." Lalu Ahmad berbisik, "Ini suara pelan ...". "Bagus sekali", kata ibunya. "Anakku..., saat kamu meminta sesuatu, berbicaralah dengan suara pelan dan tenang!". 

Berikutnya, setiap kali Ahmad meminta sesuatu dengan suara pelan, ibunya memberinya penghargaan atau hadiah. Dengan demikian bisa diperkirakan hasilnya, tentunya sang anak akan termotivasi untuk menggunakan tingkatan-tingkatan suara sesuai pada tempatnya.

Saturday, February 15, 2014

Kejang Demam dan Cara Penanganannya

kejang-demam
Kali ini saya ingin berbagi cerita dan pengalaman menghadapi kejang demam pada anak. Qadarullah, anak saya yang kedua juga mengalaminya. Kejang pertama kali terjadi saat ananda berumur 22 bulan. Saat itu ananda memang sedang demam, sekitar 39 derajat celcius. Sempat kaget karena sama sekali tidak mengira hal ini akan terjadi pada anak saya, mengingat saya dan suami tidak memiliki riwayat kejang demam saat kecil, begitu juga keluarga kami, sepengetahuan kami. Alhamdulillah anak pertama saya tidak mengalami hal ini.

Kejang selalu merupakan peristiwa yang menakutkan bagi orang tua. Pada saat kejang sebagian besar orang tua beranggapan bahwa anaknya akan meninggal. Kecemasan ini harus dikurangi dengan cara yang diantaranya:
  1. Mengetahui bahwa kejang demam umumnya mempunyai prognosis baik
  2. Mengetahui cara penanganan kejang
  3. Mengetahui adanya kemungkinan kejang kembali
  4. Pemberian obat untuk mencegah rekurensi memang efektif tetapi harus diingat adanya efek samping.

Apa yang dimaksud dengan kejang demam? Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38 derajat celsius) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Kejang demam terjadi pada 2-4% anak berumur 6 bulan – 5 tahun. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian mengalami kejang demam, tidak termasuk dalam kejang demam. Kejang disertai demam pada bayi berumur kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam. Bila anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun mengalami kejang didahului demam, maka pikirkan kemungkinan lain misalnya infeksi SSP (sistem syaraf pusat), atau epilepsi yang kebetulan terjadi bersama demam.

Wednesday, November 27, 2013

Pemakaian Dot pada Balita: Antara Keinginan dan Ketakutan

Sudah sekian lama DokterMuslimah off dari meng-update postingan fresh seputar dunia kesehatan dan anak karena kesibukan belajar, pindah kota (adaptasi), dan berbagai urusan keluarga. Alhamdulillah setelah kehidupan kami di kota yang baru sudah mulai bisa dicermati iramanya, kami bertekat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi pembaca sekalian. Kali ini kami akan membahas seputar penggunaan dot pada balita.

Penggunaan dot pada anak balita sudah begitu meluas. Kendatipun demikian, manfaat dan madhorot dalam pemakaiannya sampai sekarang masih diperdebatkan. Pada dasarnya, tidak sedikit keluarga yang cemas dan merasa khawatir terkait efek penggunaan dot pada anak.


Bahayakah Dot Bagi Pertumbuhan Fisik dan Psikologi Anak?

Penggunaan dot pada tahu-tahun pertama usia si anak, tidak akan membahayakan pertumbuhan fisik si kecil. Tetapi masalah penggunaan dot akan timbul setelah si anak memasuki usia 2 sampai 3 tahun. Penggunaan dot pada usia 2 sampai 3 tahun bisa merusak pertumbuhan gigi dan rahang, akan tetapi tidak akan mengganggu mental atau psikologi si anak.

Jika anak kita masih seusia bayi dan suka memakai dot, maka kondisi seperti ini adalah wajar dan biarkan saja. Karena banyak bayi yang suka mengedot sebelum terlelap dalam tidurnya. Yang menjadi masalah, sebagian balita sering terbangun kalau dot tersebut dicabut dari mulutnya yang mungil. Perlu diperhatikan agar jangan sampai dot itu dicabut dengan tiba-tiba, sebab itu merupakan ganti dari kebiasaannya mengedot pada puting ibunya.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah pemilihan bentuk dan ukuran dot. Pilihlah ukuran yang cocok untuk si bayi, sesuaikan umur, kriteria dan cara-cara pemakaiannya yang benar. Pada dasarnya ada 2 kriteria dot: Dot untuk usia di bawah 6 bulan dan usia lebih dari 6 bulan.

Tuesday, May 7, 2013

Pencegahan dan Penanganan Diare Pada Anak

dokter muslimah
Diare atau mencret adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar 3 kali atau lebih dalam satu hari dan tinja atau feses yang keluar berupa cairan encer atau sedikit berampas, kadang juga bisa disertai darah atau lendir tergantung pada penyebabnya. Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), anak dinyatakan menderita diare bila buang air besarnya “lebih encer” dan “lebih sering” dari biasanya. Gejala ikutan lainnya adalah demam dan muntah. Kadangkala gejala muntah dan demam mendahului gejala mencretnya. 

Jenis Diare
Berdasarkan jangka waktu terjadinya, diare dibagi menjadi dua, yaitu diare akut dan kronis. Diare akut terjadi sampai dengan 7 hari, sedangkan diare kronis terjadi lebih dari 2 minggu. Di Indonesia, lebih banyak kasus diare akut dibandingkan yang kronis.

Pola Umum Buang Air Besar Pada Bayi dan Anak-anak
Sebelum membicarakan lebih jauh mengenai diare, sebaiknya Bunda mengenali pola umum buang air besar (BAB) pada bayi dan anak-anak. Pada umumnya, anak buang air besar sesering-seringnya 3 kali sehari dan sejarang-jarangnya sekali tiap 3 hari. Bentuk tinja tergantung pada kandungan air dalam tinja. Pada keadaan normal, tinja berbentuk seperti pisang. Dilihat dari kandungan airnya bentuk tinja bervariasi mulai dari “cair” (kadar airnya paling tinggi, biasanya terjadi pada diare akut), “lembek” (seperti bubur), “berbentuk” (tinja normal, seperti pisang), dan “keras” (kandungan air sedikit seperti pada keadaan sembelit). Pada bayi berusia 0-2 bulan, apalagi yang minum ASI, frekuensi buang air besarnya lebih sering lagi, yaitu bisa 8-10 kali sehari dengan tinja yang encer, berbuih dan berbau asam. Selama berat badan bayi meningkat normal, hal tersebut tidak tergolong diare, tetapi merupakan intoleransi laktosa sementara akibat belum sempurnanya perkembangan saluran cerna.

Thursday, April 25, 2013

Tak Perlu Panik Jika Anak Terkena Asma

Dokter Muslimah
Apa sih asma itu?
Asma atau "mengi" bukanlah penyakit menular. Asma merupakan salah satu manifestasi penyakit alergi. Sifat alergi inilah yang diturunkan dari orangtua ke anaknya tetapi bentuk penyakit alerginya tidak selalu sama. Manifestasi alergi yang muncul bisa bermacam-macam, misalnya kaligata (biduran), alergi makanan, alergi obat, pilek alergi (rinitis alergi), eksim, sedangkan bila bermanifestasi di saluran pernapasan bisa terjadi asma. Sehingga kadang orangtuanya alergi obat, anaknya menderita asma.
 
Kemungkinan seorang anak menderita alergi dengan kedua orang tua tidak ada riwayat alergi adalah sebesar 12,5%, jika salah satu orang tua menderita alergi kemungkinan ini menjadi 19,8%. Jika kedua orang tua alergi dengan jenis penyakit yang berlainan (misal ibu menderita asma, ayah menderita eksim) adalah sebesar 42,9% dan jika kedua orang tua menderita jenis alergi yang sama maka kemungkinannya menjadi 72,2%.
 
Siapa saja yang dapat menderita asma?
  • Anak-anak, biasanya yang mempunyai riwayat keluarga alergi.
  • Beberapa anak dapat terus menderita asma sampai kehidupan dewasa.
  • Orang dewasa juga dapat menderita asma.

Mengapa bisa terjadi asma?
Kelainan ini terjadi karena adanya penyempitan jalan napas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah baik secara spontan maupun hasil dari pengobatan (The American Thoracic Society), disebabkan karena :
  • Kontraksi otot dinding saluran napas (bronkokonstriksi)
  • Pembengkakan selaput lendir (edema)
  • Adanya dahak di jalan napas (hipersekresi)

Gejalanya apa saja?
Gejalanya dapat bervariasi, bisa berbeda tiap individu. Gejalanya bisa berupa:
  • Batuk sering terutama saat malam, sedang beraktivitas/ bermain
  • Napas yang cepat
  • Dada terasa penuh atau sesak
  • Mengi (wheezing) yang merupakan suara napas yang menyerupai suara peluit atau siulan
  • Dada naik-turun secara berlebihan saat napas, menandakan kesulitan bernapas
  • Sesak napas
  • Sulit tidur saat malam hari karena sesak napas
  • Aktivitas fisik/ bermain/ olah raga menjadi terbatas karena sesak napas
  • Kelelahan karena sesak napas dan kurangnya tidur waktu malam

Monday, April 22, 2013

Mengatasi Rasa Cemburu Anak Pada Adiknya

Dokter Muslimah
Rasa cemburu merupakan sifat alami dan normal pada setiap manusia, baik pada anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Sifat cemburu tampak pada anak ketika umurnya beranjak 2 tahun. Pada usia 3 tahun, sifat ini akan bertambah, dengan menunjukkan sifat emosionalnya dan suka memiliki. Di usia ini, sering terdengar dari mulutnya yang mungil perkataan; "ini punya saya", dan semisalnya. Sebagian orang tua ada yang mengadu, "Anak saya suka cemburu pada saudaranya. Dia juga suka mengambil dan mengaku memiliki barang milik saudaranya". Rasa memiliki ini juga akan terlihat dari kelakuannya, seperti suka mengambil mainan atau barang orang lain, tidak mau memberi atau meminjamkan miliknya kepada orang lain. Tidak perlu cemas, karena perilaku ini akan berubah dengan sendirinya ketika dia sudah berumur 4 tahun.

Rasa cemburu yang ada pada anak balita akan tampak jelas ketika dia sudah mengenal aktifitas berinteraksi dengan anggota keluarganya. Si kecil akan berupaya dengan berbagai usahanya untuk tidak membiarkan orang tuanya yang sedang berbincang-bincang berduaan. Cara yang dilakukan si kecil biasanya adalah dengan memotong pembicaraan orang tuanya atau dengan melakukan sesuatu untuk mencari perhatian. Bukan hanya cemburu pada ayah yang sedang berbicara dengan ibunya, si anak juga akan merasakan hal yang sama ketika orang tuanya sedang berbincang-bincang dengan saudara-saudaranya.

Jika si kecil sudah tidak tahan lagi dengan rasa cemburunya dan hal-hal kecil yang dilakukannya tidak ampuh, maka dia akan melakukan perbuatan yang lebih ekstrim. Sikap ekstrim dan perilaku anak yang berlebihan ini akan sangat tampak ketika ibunya sedang sibuk mengurusi adiknya yang masih bayi. 

Dari hasil pengamatan, rasa cemburu anak juga tampak pada saudara-saudaranya yang lebih besar. Si kecil akan meminta mainan atau barang milik kakaknya, yang tujuannya hanya untuk mencabut kepemilikan barang tersebut dari kakaknya. Nah, apabila perilaku ini dibiarkan, dan segala permintaan dan tuntutannya dituruti, dikhawatirkan hal ini akan berkembang dan menjadi lebih parah.

Thursday, April 18, 2013

Anak Gemuk, Lucukah atau Justru Mengkhawatirkan?

Dokter Muslimah
"Eih... lucunya, gemes dech", demikian komentar awal banyak orang saat melihat anak kecil yang gemuk. Sayangnya, obesitas ternyata dapat membahayakan. 

Obesitas atau kegemukan diartikan sebagai penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Angka kejadian obesitas pada masa kanak-kanak meningkat secara cepat di seluruh dunia. Meskipun masalah genetik dan hormonal juga dapat menjadi penyebab terjadinya obesitas pada anak-anak, kebanyakan kasus kelebihan berat badan disebabkan karena anak-anak makan terlalu banyak dan terlalu sedikit bergerak. Obesitas dapat dikenali dengan mudah karena mempunyai ciri-ciri yang khas. Pada anak laki-laki, bagian kemaluannya (penis) tampak kecil karena tersembunyi dalam jaringan lemak. Hal ini seringkali menyebabkan orang tua menjadi sangat khawatir dan segera membawanya ke dokter.

Faktor Resiko
Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kelebihan berat badan pada anak:
  • Pola makan
  • Jarang bergerak
  • Masalah genetik
  • Faktor psikologis. Ada sebagian anak-anak yang makan terlalu banyak sebagai pelampiasan bila ada masalah, terutama masalah emosi, seperti stres atau kebosanan.
  • Faktor keluarga/ sosial. Orang tua bertanggung jawab untuk menyediakan makanan sehat di dapur dan meninggalkan makanan yang tidak sehat di dalam lemari. Anda tidak bisa menyalahkan anak-anak bila mereka tertarik pada gula-gula, makanan yang asin dan berlemak; lagipula rasa makanan tersebut biasanya memang enak. Tapi anda dapat mengendalikan akses yang dimiliki anak-anak pada makanan seperti ini, terutama di rumah.

Tuesday, March 19, 2013

Mencermati Perkembangan Mental Anak Balita (Skala Yaumil Mimi)

Dokter Muslimah
Mempelajari tumbuh kembang anak, sepertinya tidak akan dengan mudah diingat jika tidak dipraktekkan dengan melihat langsung dan mengikuti perkembangannya dari awal. Seperti yang saya alami, meskipun dulu sudah pernah belajar di bagian anak, akan tetapi gampang banget lupa. Sekarang teraplikasikan saat melihat perkembangan keponakan saya, Airin, yang sekarang sudah berumur 3 bulan 7 hari. (maklum si dedek dalam perut belum lahir). Alhamdulillah, sekarang kami sudah dikaruniai 2 orang cahaya mata.

Banyak cara untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak, mulai dari kartu menuju sehat untuk memantau tinggi dan berat bayi, hingga tes perkembangan seperti tes IQ, tes prestasi, tes psikomotorik, tes proyeksi, hingga tes perilaku adaptif. Ada juga tes skrining perkembangan menurut Denver untuk skrining kelainan perkembangan anak.

Bagian Psikologi Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bersama Unit Kerja Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyusun skema praktis perkembangan mental anak balita yang disebut: Skala Yaumil-Mimi. Sekarang mari coba dipraktekkan skala yang sederhana ini dengan menilai perkembangan anak-anak kecil di sekitar kita, bisa anak kita sendiri, adik atau mungkin keponakan.

Wednesday, March 13, 2013

Cerita Pengalaman Mengenalkan Makanan Pedamping ASI

Dokter Muslimah
tipsibunda.com
Seperti yang sudah pernah saya singgung sebelumnya di postingan terdahulu Saat Tepat Mengenalkan Makanan Pedamping ASI, bahwa pengenalan makanan padat pada bayi memegang peran penting pada kebiasaan makannya suatu hari nanti saat ia tumbuh semakin besar. Waktu yang tepat dalam mengenalkan rasa adalah faktor terpenting dalam pengenalan makanan pedamping ASI (MPASI). Berikut adalah tips tambahan ketika mengenalkan MPASI pertama kali pada balita kita.
  1. Saat ibu pertama kali mengenalkan makanan padat pada bayi ibu, sebaiknya makanan buatan ibu sendiri, bukan makanan instan yang cepat saji. Karena ternyata berdasarkan survey terhadap keponakan dan juga anak-anak teman saya, menunjukkan bahwa bayi yang dikenalkan makanan padat berupa makanan instan, maka dia akan cenderung menjadi anak yang milih - milih terhadap makanan terutama dari segi rasanya. Penyebabnya kemungkinan karena makanan instant dibuat sesedap mungkin rasanya agar disukai anak. Contohnya keponakan saya (15 bulan) yang lebih suka makan bakso, makan soto atau bahkan makan mie instan ketimbang makan makanan rumah. Padahal lho… makanan-makanan tadi banyak mengandung penyedap rasa yang sangat tidak baik bagi tubuh termasuk juga bersifat karsinogenik.
  2. Variasikan pemberian makanan agar bayi ibu kaya rasa, tetapi bukan dengan memberikan gula dan garam. Karena pemberian gula akan menyebabkan anak menjadi pemilih terhadap makanan, sedangkan garam akan memberatkan kerja ginjal.
  3. Biasakan sejak dini untuk memasukkan buah-buahan sebagai menu harian bayi ibu. Karena kebiasaan ini dapat terbawa terus. Keluhan teman saya, anaknya susah kalau disuruh makan buah, dan ternyata diakui bahwa memang saat bayi jarang sekali makan buah. Alhamdulillah kedua anak kami sangat menyukai buah sampai sekarang.
  4. Sebaiknya ibu membaca hal-hal tentang MPASI (Makanan Pendamping ASI), juga resep-resepnya jauh-jauh hari, bisa 3 bulan sebelum jadwal pengenalan makanan padat. Mengapa? Karena akan memberikan kesempatan atau waktu bagi ibu untuk memperkaya wawasan mengenai cara dan tips mengenalkan MPASI, mendapat resep-resep MPASI, sehingga dapat  meningkatkan antusias, niat dan keinginan besar untuk membuat MPASI by your self (home made). Selain itu juga bisa sambil bertanya pada teman-teman ibu yang sudah berpengalaman dalam memberikan MPASI pada bayinya. Pengalaman yang baik bisa diamalkan, yang tidak baik bisa diambil hikmahnya agar tidak terulang pada bayi ibu.

Monday, March 11, 2013

Tips Membersihkan Kerak Kepala Bayi

Dokter Muslimah
healthdetik
Anak kami Shofiya, alhamdulillah sekarang sudah berumur 3 bulan. Saat digundul rambutnya oleh eyang putri, ternyata di kepalanya terdapat kerak (cradle cap). Tidak banyak sih..., tapi khawatir juga kalau nggak bisa hilang atau malah menimbulkan gatal. Rencananya dulu hendak digundul tepat saat aqiqahnya, 7 hari setelah lahir. Qaddarullah dengan kehendak Nya, pas umur segitu, Shofiya malah lagi difoto terapi karena hiperbilirubinemia, so baru bisa digundul pas umur 3 bulan. Ni, Uminya Shofiya pingin berbagi pengalaman cara membersihkan kerak bayi. Semoga bermanfaat. 

Kerak Kepala Bayi 

Setiap bayi yang baru lahir biasanya masih terdapat kerak di kepalanya. Adanya kerak kepala biasanya ditandai dengan bersisik-sisik tebal, berminyak, dan berwarna kuning di dahi dan bagian atas kepala bayi. Kerak kepala atau cradle cap ini memang akan terkelupas sendiri, menjadi serpihan-serpihan tipis seperti ketombe, jika sudah mengering. Kerak kepala ini muncul akibat masih adanya kandungan hormon dari  bunda dalam tubuh bayi. Untungnya, kerak kepala ini hanya bersifat sementara, yang akan hilang dengan sendirinya seiring berkurangnya kadar hormon ibu dalam tubuh bayi. Gangguan kulit ini mungkin akan berlangsung sampai bayi berusia 8 – 12 bulan.
Namun ada baiknya juga jika Bunda membersihkan kerak kepala tersebut, karena selain mengganggu penampilan, kerak ini juga membuat gatal dan mengganggu pertumbuhan rambutnya.

Tips mengatasi kerak di kulit kepala bayi berdasarkan pengalaman saya :
  1. Rambut digundul agar memudahkan dalam membersihkan kerak, mengobservasi dah berkurang or belum keraknya, dah bersih or belum kulit kepalanya. Sekaligus, memudahkan penyerapan minyak zaitun ke kulit kepala. (Alhamdulillah abinya Shofiya dah belikan 3 botol minyak zaitun, yg awalnya siy mo digunakan untuk perawatan rambut Shofiya, eh..ga tahunya malah berguna buat ngilangin kerak di kepalanya yg baru aja diketahui ^^)
  2. Oleskan minyak zaitun ke area kepala yang berkerak sambil dipijat-pijat lembut,  kemudian diamkan beberapa jam supaya kerak jadi melunak dan lebih mudah diangkat. Selanjutnya bila sudah waktunya mandi, bayi dikeramas rambutnya supaya keraknya ikut rontok. Lakukan minimal 2 kali sehari: malam hari ketika tidur malam sampai menjelang waktu mandi pagi dan pagi/siang hari sampai menjelang waktu mandi sore. Insya Allah dalam beberapa hari kerak akan berkurang hingga kemudian hilang.  (Alhamdulillah kerak di kulit kepala Shofiya hilang dalam 3 hari).
Bila di tempat Bunda tidak ada minyak zaitun, Bunda dapat mengunakan baby oil maupun minyak kelapa yang dioleskan seperti minyak zaitun.

Saat Tepat Mengenalkan Makanan Pedamping ASI

Dokter Muslimah
bayibalita.com
Anak yang sulit makan biasanya diawali pada saat pertama kali si kecil dikenalkan makanan pendamping ASI (MPASI). Biasanya orangtua memulai MPASI  pada usia 6 bulan atau ada juga yang memulai memberikan pada usia 8 atau 9 bulan. Pada saat memulai memberikan MPASI, tidak semua bayi bisa menerima makanan yang diberikan oleh orangtuanya. Hal ini wajar karena sekian bulan sebelumnya ia mutlak hanya menerima ASI. Sudah tentu sang anak membutuhkan “adaptasi” dengan makanan barunya. Pada saat seperti ini ada kalanya bayi menutup mulutnya rapat-rapat ketika disodori makanan, memakannya akan tetapi hanya mengemutnya saja dan tidak mau menelannya, atau bahkan mengeluarkan kembali makanan dari mulutnya.

Mengingat pentingnya periode ini dalam membina dan melatih keterampilan makan pada anak agar tidak terjadi masalah makan di kemudian hari, maka orang tua harus memberikan perhatian lebih terhadap hal ini.
Kesiapan anak untuk mulai makan makanan padat bersifat individual, antara anak yang satu dengan yang lainnya bisa berbeda. Oleh karena itu, perlu diperhatikan tanda-tanda bayi siap makan makanan padat, antara lain:
  1. Sudah bisa menegakkan kepala sendiri
  2. Bisa duduk dengan baik di kursi
  3. Bisa melakukan gerakan mengunyah
  4. Terlihat tertarik pada makanan
  5. Bisa menutup mulut jika dimasukkan sendok
  6. Bisa memindahkan makanan dari mulut bagian depan ke mulut bagian belakang
  7. Merespon dan membuka mulut saat disuapi makanan
  8. Hilang refleks menjulurkan lidah
  9. Bisa menggerakkan lidah dan tidak lagi mendorong makanan keluar dengan lidah
  10. Terlihat masih lapar setelah diberi 8 hingga 10 x ASI atau 1200 cc susu formula
  11. Mulai tumbuh gigi
  12. Berat badan meningkat hingga kira-kira sudah 2 x lipat berat badan ketika lahir

Friday, March 8, 2013

Tips Mengatasi Balita Yang Susah Makan

Dokter Muslimah
Pada umumnya, ada fase-fase tertentu balita sangat susah untuk makan. Terkadang, kita sebagai orang tua juga pernah menghadapi kasus balita yang biasanya suka makan secara tiba-tiba kehilangan selera makan atau tidak mau makan sama sekali. Balita yang susah makan sering menjadi masalah tersendiri bagi orang tua. Timbul kecemasan, ketakutan orangtua akan tidak terpenuhinya kecukupan energi maupun nutrisi untuk tumbuh kembang anaknya. Masalah ini perlu segera mendapat penanganan yang tepat dari orangtua, mengingat bahwa kebiasaan dan pola makan pada saat bayi akan mempengaruhi kebiasaan dan pola makannya saat besar nanti. Sejak dini, orang tua harus mulai membina keterampilan makan pada anak.

Perkembangan keterampilan makan yang berlangsung sejak lahir sampai dengan usia 3 tahun merupakan sesuatu yang memerlukan pelatihan dan pembinaan, baik untuk ibu dan anak. Dikatakan usia 6 – 9 bulan merupakan periode kritis dalam pembinaan keterampilan makan. Apabila periode ini tidak dimanfaatkan secara optimal dapat timbul masalah makan pada anak.

Banyak faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan, selain selera makan, faktor sosial, budaya, ekonomi, agama, umur dan jenis kelamin, emosi, pendidikan, kondisi kesehatan dan obat – obatan yang dikomsumsi juga dapat menekan atau meningkatkan nafsu makan.

Wednesday, February 20, 2013

Arti Tangisan Bayi Usia 4 - 12 Bulan

Dokter Muslimah
rahsiatangisanbayi.com
Mulai usia 3-4 bulan Bunda akan melihat perubahan nyata pada si kecil. Tangisnya mulai berkurang karena ia sekarang mulai tahu apa yang ada di sekelilingnya. Ia mau mendengarkan dan tertarik terhadap segala sesuatu di sekelilingnya.
  • Saya lapar
    Rasa lapar masih nyata menyebabkan ia menangis. Ia mulai mengonsumsi makanan padat. Ia pun lebih aktif dibanding sebelumnya dan karenanya cepat lelah. Bayi yang aktif kebutuhan makannya lebih banyak. Makanan kecil dan minuman dapat memulihkan energinya.
  • Saya tumbuh gigi
    Biasanya bayi mulai tumbuh gigi usia 6 bulan ke atas. Biasanya tangisnya muncul pada sore hari, kuat seperti tangis sakit karena ada rasa nyeri.
  • Saya cemas
    Mulai usia 7 atau 8 bulan kebanyakan bayi menangis karena cemas, terutama saat ia “kehilangan” Bunda. Baginya, Bunda adalah dasar dari rasa amannya. Ia akan tenang “menjelajahi dunia” selama Bunda berada dalam pandangannya. Jika Bunda meninggalkannya atau ia tak melihat Bunda, meski Bunda ada di dekatnya, ia akan menangis. (Wah… Shofiya bangets niy…)
  • Saya ingin diperhatikan
    Lewat usia 6 bulan, ia mulai mempelajari, menangis ialah suatu alat untuk memperoleh perhatian. Bayi usia 7 atau 8 bulan cukup menyadari, dengan menangis Bunda akan segera berlari mendekatinya. Lebih baik Bunda tak buru-buru menggendongnya, tapi hiburlah atau ajak main. 

Tuesday, February 19, 2013

Arti Tangisan Bayi Usia 0-3 Bulan


Dokter Muslimah
bayisehat.net
Pada umumnya, para ibu mengartikan tangis bayi sebagai tanda lapar. Ingatlah, menangis tak selalu berarti lapar. Arti tangisan berbeda-beda, masing-masing merupakan tanda komunikasi yang jelas sebagai ungkapan pesan kepada Bunda tentang apa yang ia butuhkan. Gerakan tubuh yang menyertai tangis dapat membantu Bunda lebih memahaminya. Makin keras dan makin lama tangis, maka makin kuat kebutuhannya. Berikut adalah perkiraan arti tangisan bayi yang baru lahir sampai usia 3 bulan.
  • Saya lapar
    Tangis lapar biasanya berpola. Ia menangis, lalu stop untuk bernapas, menangis lagi, lalu stop untuk bernapas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus-menerus. Jika ia masih menangis saat disusui, coba lihat hidungnya. Ada kemungkinan bibir atasnya menutupi hidung dan ia sulit bernapas sehingga menangis.
  • Saya bosan
    Tangis bosan biasanya pendek, diikuti keheningan, lalu tangis pendek lagi. Tangisnya akan berlanjut jika Bunda tak segera mendekatinya dan mengajaknya bermain.
  • Saya lelah
    Tangis lelah berupa rengekan. Ia mungkin akan menggosok-gosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Sebuah usapan atau gerakan berirama cukup menenangkan ia dan bisa membuatnya tidur.
  • Saya kesepian
    Beberapa bayi butuh perhatian lebih dibanding bayi lainnya dan mulai merasa kesepian ketika ia ditinggalkan sendiri untuk waktu lama. Tangis kesepian berupa rengekan setiap menit dan kadang diikuti air mata. Emongan yang lama membuatnya senang. 

Saturday, February 16, 2013

Manfaat Pijat Bayi, Usia & Bahan Pijat Yang Tepat

Warisan leluhur nenek moyang kita yang telah lama dipraktekkan secara turun-temurun dalam perawatan bayi adalah pijat bayi. Pijat merupakan pengobatan tradisional alternatif yang sangat bermanfaat bagi siapa saja tanpa batasan umur. Tak hanya orang dewasa yang suka dipijat, bayi pun perlu dipijat, terutama saat ia rewel yang menandakan ada rasa tidak nyaman pada tubuhnya. Beberapa orangtua bahkan akan segera membawa si kecil ke dukun pijat bila anaknya jatuh dari tempat tidur, tampak gelisah saat tidur, sering rewel, tidak mau makan, bahkan batuk dan pilek.


Pijat bayi memang pengobatan tradisional atau cara kuno yang dianjurkan oleh orang tua kita secara turun-temurun, tetapi tetap bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan bayi. Pijatan dan sentuhan pada tubuh mungil bayi kita juga menjadi ungkapan cinta yang akan mempererat ikatan batin antara orangtua dan anak. Itu sebabnya para ahli menganjurkan agar pijat bayi dilakukan oleh ayah atau ibunya sendiri, bukan diserahkan ke dukun pijat. Walaupun demikian, untuk kasus-kasus seperti kesleo (salah urat), bayi kembung, dan lainnya yang ayah atau ibunya tidak mampu menanganinya sendiri ada baiknya dipijatkan ke dukun pijat bayi yang sudah berpengalaman.


Sentuhan atau buaian merupakan sebuah alat terapi yang sangat ampuh, begitu juga halnya pijatan. Terapis pijat bayi, Justina Perry, menerangkan bahwa sentuhan dari kulit ke kulit memiliki beragam keuntungan yang sangat penting bagi perkembangan bayi. Mungkin diantara kita banyak yang tidak mengetahui kalau kulit merupakan organ bayi yang pertama kali mengalami pertumbuhan. Bahkan saat si bayi masih berada di rahim pun, organ yang pertama kali berkembang dan ia alami adalah sentuhan pada kulit. Memijat bayi kita sedini mungkin memiliki begitu banyak keuntungan, baik secara fisik maupun psikis. Berikut akan dibahas manfaat dan keuntungan pijat bayi, usia yang tepat untuk mulai pijat bayi dan bahan pijat yang tepat untuk memijat.


Sunday, February 3, 2013

Berbagai Penyebab Bayi Menangis

Dokter Muslimah
hikmahherbal.multiply
Tak usah panik jika bayi menangis. Bunda dapat mengatasinya dengan mudah jika tahu sebabnya. Jangan pula berpikir ia anak yang rewel. Tangisan bayi adalah caranya berkomunikasi dengan Bunda dan mengutarakan lapar, sakit, takut, kantuk, dan lainnya. Jadi, bagaimana agar para orangtua mengetahui apa yang ingin diutarakan bayinya? Akan sulit untuk menginterpretasikan tangis bayi, khususnya untuk orangtua yang baru pertama kali menangani bayi. Oleh karena itu, kemampuan ini perlu dilatih dan diasah.
Saat bayi berumur 0-3 bulan, arti tangisannya tidak banyak. Semakin bertambah umurnya, semakin banyak pula artinya, yang kadang susah untuk diterjemahkan. Pernah suatu hari anka kami Shofiya menangis, sedikit merengek siy tepatnya, tetapi makin lama makin kenceng. Sudah coba diberi minum atau makanan…eh ternyata tidak sedang lapar, coba ditidurkan…eh ternyata tidak mengantuk. Baru terdeteksi kemudian oleh Abinya, ternyata sebelumnya Shofiya melihat Yangtinya pamitan ke luar rumah pake helm (naik sepeda motor), trus berikutnya sepupunya juga pergi ke luar rumah bersama ortunya dan Shofiya juga melihatnya. Ternyata… Shofiya ingin diajak ke luar rumah juga. So… setelah kami mengajaknya keluar sekalian membeli keperluan rumah, tampak senyum bahagia di wajahnya dan binar keceriaan di matanya.
Berikut ini adalah 12 penyebab umum bayi menangis. Jika si bayi menjerit, menangis, dan  Bunda tak tahu mengapa, coba ingat-ingat daftar mengenai hal-hal penyebab bayi menangis di bawah ini. Mudah-mudahan Bunda bisa menemukan sesuatu yang bisa membantunya berhenti menangis.

1. Lapar
Pikiran pertama para orangtua saat bayinya menangis adalah karena si bayi lapar. Cobalah untuk mengenali tanda-tanda bayi lapar untuk membantu Bunda memulai menyuapi bayi sebelum ia menangis. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan pada bayi yang baru lahir ketika ia lapar; bergerak-gerak seperti tidak nyaman, menggerak-gerakkan mulutnya dan mengecapkan bibirnya, mencari tangan Bunda ketika Bunda mengusap pipinya (gerak refleks bayi untuk mencari asal makanan), dan menaruh tangannya di mulut.


Friday, July 29, 2011

Tips Menidurkan Bayi Tanpa Digendong

menidurkan bayi tanpa gendong
Kebiasaan baik ataupun buruk yang ada pada balita kita, biasanya muncul karena sudah sering dibiasakan atau pembiasaan. Demikian juga kebiasaan balita kita yang hanya bisa tidur kalau digendong adalah tidak terjadi secara tiba-tiba. Hal ini terjadi karena kebiasaan yang dilakukan orang tua atau pengasuhnya ketika menidurkan sang bayi atau balita tersebut.

Berikut adalah tips yang berguna untuk menidurkan bayi sehingga orang tua bisa tidur dengan nyenyak. Apapun cara yang dipilih jangan abaikan rasa aman pada bayi. Kualitas tidur bayi tidak hanya berpengaruh pada perkembangan fisik, tapi juga sikapnya keesokan hari. Bayi yang tidur cukup tanpa sering terbangun akan lebih bugar dan tidak gampang rewel. Manfaatnya juga bisa dirasakan ibu dan ayah. Kualitas tidur orangtua bisa lebih baik jika bayi bisa tidur pulas sepanjang malam. Aktivitas dari pagi hingga sore hari pun bisa dijalani dengan lancar.

Masalahnya, bayi sering terbangun di malam hari bukan lantaran lapar atau gangguan lain, tetapi seperti diungkapkan Siobhan Stirling dalam bukunya Sleep, sebagian besar bayi terbangun di tengah malam karena perubahan fase tidur, dari tidur lelap ke tidur ringan.
 
Tidur ringan atau tidur REM (rapid eye movement) merupakan kondisi tidur dengan ciri-ciri antara lain, napas tidak teratur, tubuh cenderung tegang, dan bola mata bergerak-gerak di bawah kelopak mata. Dalam kondisi ini, bayi mudah terbangun dari tidurnya. Tidur jenis ini dialami bayi sejak berusia 6-7 bulan dalam kandungan. Sebagian besar bayi normal tidur dalam keadaan REM.
 
Sebaliknya, tidur nyenyak atau non-REM ditandai dengan keadaan sangat santai, relaks, berbaring tenang dengan detak jantung dan tarikan napas yang teratur, dan hampir tidak ber-mimpi. Sulit membangunkan bayi dalam fase tidur ini.
 
Bayi akan mengalami perubahan fase tidur dari REM ke non-REM. Bayi yang baru lahir, misalnya, begitu tertidur akan memasuki fase REM, tapi 20 menit berikutnya mengalami fase tidur non-REM. Terbangun saat perpindahan fase adalah hal biasa. Saat terbangun, mungkin bayi akan menangis dan mencari sang ibu. Tak jarang, ibu lantas menyusui atau menggendong bayi berkali-kali yang tentu saja mengganggu kualitas tidurnya. Tiap beberapa jam, ibu atau ayah harus terbangun dan menenangkan sang bayi.