Wednesday, November 27, 2013

Pemakaian Dot pada Balita: Antara Keinginan dan Ketakutan

Sudah sekian lama DokterMuslimah off dari meng-update postingan fresh seputar dunia kesehatan dan anak karena kesibukan belajar, pindah kota (adaptasi), dan berbagai urusan keluarga. Alhamdulillah setelah kehidupan kami di kota yang baru sudah mulai bisa dicermati iramanya, kami bertekat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi pembaca sekalian. Kali ini kami akan membahas seputar penggunaan dot pada balita.

Penggunaan dot pada anak balita sudah begitu meluas. Kendatipun demikian, manfaat dan madhorot dalam pemakaiannya sampai sekarang masih diperdebatkan. Pada dasarnya, tidak sedikit keluarga yang cemas dan merasa khawatir terkait efek penggunaan dot pada anak.


Bahayakah Dot Bagi Pertumbuhan Fisik dan Psikologi Anak?

Penggunaan dot pada tahu-tahun pertama usia si anak, tidak akan membahayakan pertumbuhan fisik si kecil. Tetapi masalah penggunaan dot akan timbul setelah si anak memasuki usia 2 sampai 3 tahun. Penggunaan dot pada usia 2 sampai 3 tahun bisa merusak pertumbuhan gigi dan rahang, akan tetapi tidak akan mengganggu mental atau psikologi si anak.

Jika anak kita masih seusia bayi dan suka memakai dot, maka kondisi seperti ini adalah wajar dan biarkan saja. Karena banyak bayi yang suka mengedot sebelum terlelap dalam tidurnya. Yang menjadi masalah, sebagian balita sering terbangun kalau dot tersebut dicabut dari mulutnya yang mungil. Perlu diperhatikan agar jangan sampai dot itu dicabut dengan tiba-tiba, sebab itu merupakan ganti dari kebiasaannya mengedot pada puting ibunya.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah pemilihan bentuk dan ukuran dot. Pilihlah ukuran yang cocok untuk si bayi, sesuaikan umur, kriteria dan cara-cara pemakaiannya yang benar. Pada dasarnya ada 2 kriteria dot: Dot untuk usia di bawah 6 bulan dan usia lebih dari 6 bulan.

Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penggunaan Dot Bagi Balita

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dot untuk keselamatan dan kesehatan balita adalah sebagai berikut:
  • Sesuaikan ukuran dot dengan ukuran mulut anak. Jarak lebar plastik yang mengelilingi puting dot harus lebih dari 4 cm.
  • Pilihlah puting dot yang lembut
  • Pilih dot yang mudah dicuci dan dibersihkan
  • Jangan mengikat dot dengan tali panjang, karena bisa melilit leher si bayi atau benda-benda disekitar tempat tidurnya.
  • Bersihkan dot secara berkala.
  • Gantilah dot yang sudah usang atau telah berubah warna.
  • Jangan jadikan dot sebagai ganti ASI mungkin hindari menjadikan dot sebagai ganti ASI
  • Jangan biarkan si kecil mengedot ketika tidur.

Cara Mengatasi Anak Supaya Tidak Mengedot

Kebetulan anak pertama kami juga suka mengedot sampai umur 2 tahunan lebih, setiap malam kami harus bangun bergantian untuk membuatkannya susu ketika dia terjaga. Belum lagi, setiap bepergian kami harus siap berhenti setiap saat untuk membuatkannya susu ketika dia merengek. Sampai akhirnya dot nya terjatuh dan tidak diketemukan ketika kami pergi sebentar keluar rumah. Momen tersebut kami pakai untuk mengubah kebiasaan dia mengedot menjadi minum dengan gelas, dan alhamdulillah berhasil. Jadi pada intinya, cara mengatasi anak supaya menghentikan kebiasaannya mengedot adalah:
  • Buatlah si kecil melupakan dot itu
  • Hindari memarahi  si kecil atau memberinya hukuman karena mengedot
  • Mencari aktifitas yang disukai si anak sehingga lupa denga aktifitas mengedotnya.

Semoga bermanfaat.


dr. Desie Dwi Wisudanti 


Referensi:
  • Seni Mendidik & Mengatasi Masalah Perilaku Anak Secara Islami, karangan Dr. Abdullah Muhammad Ash-Shubbi.
  • image source (babyfromabove.blogspot.com) 

Artikel Terkait Anak dan Balita

No comments:

Post a Comment