Tuesday, July 30, 2013

Mengatasi Si Kecil Suka Berbohong

Berbohong adalah kebiasaan yang sangat tidak baik untuk anak-anak. Karena umumnya, kebiasaan ini akan terbawa hingga anak beranjak dewasa. Sifat berbohong ini biasanya ditimbulkan karena rasa takut, khususnya pada masa kanak-kanak. Mungkin takut dihukum karena melakukan kesalahan atau perangai yang tidak baik. Bisa juga anak berbohong karena ingin mendapatkan sesuatu yang tidak dibolehkan atau dilarang oleh orang tuanya. Di sini jelas, bahwa tujuan anak berbohong adalah untuk menjaga dan melindungi dirinya. Kebiasaan yang tidak baik ini berkaitan dengan dua kebiasaan lain yang tidak terpuji, yaitu mencuri dan curang. Ketiga sifat buruk ini termasuk sifat tidak amanah, sekalipun orang yang berbohong bertujuan melindungi dirinya dari hukuman atas kesalahan yang telah dilakukannya.

Dalam studi para pakar ilmu kriminal disebutkan, bahwa kriminal anak dikategorikan sebagai bentuk kriminal khusus. Rumusnya adalah anak yang memiliki sifat pembohong biasanya mempunyai dua kebiasaan yang tidak baik; suka curang dan mencuri. Dari sini akan tampak jelas adanya kaitan erat yang menghubungkan sifat-sifat tersebut. Berbohong, suka curang, dan suka mencuri dogolongkan dalam satu bentuk kejahatan, yaitu tidak amanah.

Para pengasuh dan pendidik anak biasanya sering menggunakan cara paksa untuk mengubah anak-anak yang telah terbiasa dengan budaya ini. Cara tersebut tentunya tidak efektif, karena hasilnya akan membuat anak semakin nakal dan berkelakuan yang macam-macam. Jadi, para tua hendaknya menggunakan cara lain untuk mengatasi kebiasaan anak yang suka berbohong. Dan tentunya, orang tua tidak akan mendapatkan cara lain yang benar-benar efektif dan positif, jika tidak mempelajari terlebih dahulu macam-macam motif dan alasan mengapa anak berbohong dan apa faktor penyebabnya. Nah, setelah mengetahui dan mengenal penyebabnya, barulah orang tua bisa dengan mudah mengatasi penyakit yang berbahaya ini.


Berbagai Macam Alasan Anak Berbohong
  1. Berbohong untuk berkhayal atau berimajinasi.
  2. Berbohong tanpa faktor kesengajaan.
  3. Berbohong untuk mencari simpati dan perhatian.
  4. Berbohong untuk balas dendam.
  5. Berbohong untuk melindungi diri.
  6. Berbohong untuk melindungi teman.
  7. Berbohong untuk egoisme (kepentingan) diri.
  8. Berbohong sebagai bentuk perlawanan.
  9. Berbohong untuk meniru.
  10. Berbohong sebagai penyakit terpendam.
Tips Mengatasi Anak Suka Berbohong
Untuk menanggulangi penyakit sosial yang sudah menjamur di masyarakat, orang tua harus memperhatikan beberapa pon berikut:
  • Pastikan anak kita berbohong bukan karena kebiasaannya, melainkan hanya sesekali secara kebetulan dan tidak berulang-ulang.
  • Kenali bentuk sifat bohong anak kita, apakah bersifat sementara atau terus-menerus, lalu selidikilah apa faktor yang mendorongnya berbohong.
  • Hindari mengambil tindakan yang keras dengan membentak, menjatuhkan mental, mencemooh, atau menghinanya. Orang tua hendaknya bersikap bijak, tahu dan mempelajari faktor penyebabnya yang mendorongnya berbohong.
  • Jangan biarkan anak kita berhasil dengan merekayasa perbuatan atau kata-kata dusta dengan berbohong, karena hal ini bisa mendorongnya untuk mengulangi perbuatan tersebut.
  • Jangan terima pengaduan dan kesaksian anak yang suka berbohong.
  • Jangan terlalu cepat menuduh! Cari tahu dan pastikan apa sebenarnya yang terjadi.
  • Anak yang suka berbohong, ketika mengakui kesalahannya, maka jadikanlah pengakuannya itu sebagai peringan hukumannya. Diharapkan, hal ini akan menjadi batu loncatan baginya untuk belajar jujur.
  • Gunakan kelembutan dan kasih sayang! Jangan bersikap keras dan kasar. Hukuman atau sanksi kesalahan anak harus disesuaikan dengan kesalahan dan keadaannya.
  • Jangan terlalu menekan anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
  • Jangan membebani tugas yang berat kepada anak, pekerjaan yang diluar kemampuan si anak.
Penjelasan lebih detil mengenai 'Berbagai macam alasan anak berbohong' menyusul insyaAllah.

Semoga bermanfaat...


dr. Desie Dwi Wisudanti dan suami


Referensi:
Seni Mendidik & Mengatasi Masalah Perilaku Anak Secara Islami, karangan Dr. Abdullah Muhammad Ash-Shubbi.

Artikel Terkait Parenting

No comments:

Post a Comment