Thursday, May 23, 2013

Pentingnya Motivasi Dalam Mendidik Perilaku Anak

Memberikan pujian dan penghormatan atas prestasi anak merupakan salah satu metode pendidikan dasar dalam pembinaan perilaku anak. Pujian harus diberikan kepada siapa saja yang berperilaku baik, terutama kepada anak, dan jangan sampai ditunda-tunda. Sebab hal ini juga merupakan alat dan sarana yang ampuh dalam mencetak jiwa seseorang, menghilangkan pandangan negatifnya, serta membangun rasa percaya dirinya. Pujian ini tidak hanya dibutuhkan oleh anak-anak saja, tetapi orang dewasa adakalanya juga membutuhkannya. Sikap ini merupakan refleksi dari penerimaan lingkungan terhadap seseorang. Dan terkadang ini memiliki pengaruh besar dalam jiwa seseorang sebagai bukti sehatnya kondisi psikologisnya.

Seorang anak kecil yang dipuji karena perangainya yang baik budi akan menjadikannya merasa semangat untuk terus mempertahankan dedikasinya tersebut dan mengulanginya pada suatu saat nanti. Misalnya, ketika si kecil yang biasanya mengompol kemudian tidak mengompol di malam hari, maka si ibu sebaiknya langsung memuji perangainya; baik dengan mencium si kecil, memujinya, memberinya motivasi, atau memberinya hadiah.

Pujian atau rasa senang dari orang yang banyak merupakan pujian pada level yang tinggi dan sangat mempengaruhi watak dan perilaku seseorang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Semua bentuk ekspresi wajah yang senang dan berseri-seri ini merupakan ungkapan perasaan yang mudah dilakukan, apalagi terhadap anak-anak. Masa kanak-kanak adalah masa yang sangat membutuhkan perasaan ini. Terkadang orang tua sedikit pelit memberikan ungkapan atau perhatian terhadap perilaku anak yang baik dan tidak mau memuji anak dengan perkataan yang manis, atau memberikan sedikit ekspresi wajah yang ceria karena anaknya yang pintar.

Biasanya perilaku orang tua yang kurang perhatian ini disebabkan karena kesibukan dan padatnya jadwal harian sehingga tidak ada waktu yang tersisihkan untuk anak. Boleh jadi karena presepsi orang tua yang salah, dan memandang bahwa perilaku anak yang semestinya dipuji tidak perlu dipuji atau dihargai.
Hasil riset membuktikan bahwa pujian atau penghargaan lingkungan terhadap anak menempati tingkatan yang paling atas dalam mempengaruhi mental dan perilaku anak yang dipuji. Sedangkan tingkatan kedua adalah memberikan hadiah atau bonus, walaupun tidak jarang ada anak-anak yang lebih suka mendapatkan hadiah dalam bentuk materi daripada pujian orang.

Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait pemberian pujian ataupun hadiah:
  • Memberikan penghormatan atau pujian kepada anak harus dilakukan langsung tanpa menundanya, yaitu setelah orang tua melihat perbuatan anak yang baik dan disukai, maka dia langsung dipuji tanpa berpikir panjang. Karena ini sangat dibutuhkan oleh manusia, baik anak-anak maupun orang dewasa.
  • Para anggota keluarga harus memperhatikan bonus bersyarat, yaitu pemberian hadiah setelah anak melakukan apa yang diminta. Perlu untuk diingat juga, bahwa ungkapan rasa senang itu harus diberikan setelah si anak melakukan hal yang diminta, bukan sebelumnya.
  • Jangan mencela perilakunya yang tidak baik secara langsung, tetapi ungkapkan secara tidak langsung. Karena celaan terhadap perilaku anak yang tidak baik, sekalipun tidak terucap secara spontan akan mempengaruhi mental anak. Maka jangan heran jika perbuatan itu akan diulanginya kembali.
  • Berikan hukuman terhadap perilaku anak yang tidak baik, hukuman yang mendidik, tidak menyakiti dan usakan untuk selalu menghindari hukuman fisik.
Semoga bermanfaat.




dr. Desie Dwi Wisudanti & suami

Referensi:
  1. Seni Mendidik & Mengatasi Masalah Perilaku Anak Secara Islami, karangan Dr. Abdullah Muhammad Ash-Shubbi.
 

Artikel Terkait Parenting ,perilaku anak

No comments:

Post a Comment