Thursday, May 2, 2013

Kiat Mengendalikan Amarah Pada Anak

Terkadang, anak-anak  bisa melakukan hal-hal yang membuat kita marah. Kenakalan anak  sangat wajar terjadi. Rasa marah atau kesal karena kenakalan anak memang  tidak dilarang. Tapi, jangan meluapkannya dengan membentak atau memarahi  anak dengan nada tinggi dan kasar, bahkan kekerasan fisik sekalipun. Ada  beberapa kiat untuk mengatasi kemarahan pada anak:
Saat anak mulai mengesalkan dan membuat marah, tariklah nafas dalam-dalam secara perlahan. Tindakan ini akan mencegah Anda berkata kasar atau membentak si anak. Ulangi beberapa kali sampai perasaan sedikit tenang, sebelum Anda mengatakan atau berbuat apapun. Setelah tenang, otak pun akan berpikir lebih jernih sehingga Anda bisa mengontrol apa yang akan Anda bicarakan nantinya. 2. Ketika amarah mulai memuncak, memang sulit mengontrol diri. Tapi ingat, Anda sedang berhadapan dengan anak Anda sendiri. Cobalah pikirkan sifat-sifat positif yang ada pada diri si anak. Bayangkan bagaimana lucunya dia saat mulai belajar merangkak atau saat dia tertawa polos ketika Anda ingin memotretnya. Mengingat hal-hal baik dari anak, akan membantu Anda meredakan kemarahan dan bertindak lebih terkontrol. 3. Setelah berhasil mengontrol diri, ajak anak Anda bicara dari hati ke hati. Dalam hal ini, bertindaklah seperti teman. Posisikan tubuh Anda sejajar dengan tinggi badannya, tatap mata lalu bicara dengan nada pelan. Tanyakan kenapa dia berbuat sesuatu yang membuat Anda marah, apa yang diinginkannya. Sebaliknya, jangan menyuruhnya harus begini atau begitu. 4. Belajarlah lebih sensitif terhadap perasaan anak. Ketahui apa yang ditakutinya, keinginan, ketertarikan dan apa yang tidak disukainya. Dengan memahami anak, maka Anda bisa menyikapi masalah sesuai sudut pandang si anak. 5. Jika memang rasa marah seperti tidak bisa ditahan lagi, pergilah sebentar sebelum memulai pembicaraan dengan anak. Tinggalkan dia ke ruangan lain, jernihkan pikiran sebentar. Setelah lebih tenang, Anda bisa berkomunikasi lagi dengan anak Anda.

Read more http://www.infospesial.net/5951/5-tips-menahan-emosi-saat-memarahi-anak/
  • Saat anak mulai  mengesalkan dan membuat marah, tariklah nafas dalam-dalam secara  perlahan. Tindakan ini akan mencegah Bunda berkata kasar atau membentak  si anak. Ulangi beberapa kali sampai perasaan sedikit tenang, sebelum  Bunda mengatakan atau berbuat apapun. Setelah tenang, otak pun akan  berpikir lebih jernih sehingga Bunda bisa mengontrol apa yang akan Bunda  bicarakan nantinya. Jika memang rasa marah sepertinya tidak bisa ditahan lagi, pergilah  sebentar sebelum memulai pembicaraan dengan anak. Tinggalkan dia ke  ruangan lain, jernihkan pikiran sebentar. Setelah lebih tenang, Bunda  bisa berkomunikasi lagi dengan anak Bunda.
  • Ketika amarah mulai memuncak, memang sulit mengontrol diri. Tapi  ingat, Bunda sedang berhadapan dengan anak Bunda sendiri. Anak berbeda dengan orang dewasa, anak bukan miniatur orang dewasa, mereka berpikir dan bersikap dengan "caranya" sendiri sehingga dengan Bunda menyadari hal ini maka akan  membantu Bunda meredakan kemarahan. Di sinilah peran Bunda untuk membantunya belajar mengungkapkan perasaan, menyatakan keinginan dengan cara yang benar. Dalam hal ini, bertindaklah seperti teman. Posisikan tubuh Anda  sejajar dengan tinggi badannya, tatap mata lalu bicara dengan nada  pelan. Tanyakan kenapa dia berbuat sesuatu yang membuat Bunda marah, apa  yang diinginkannya. Sebaliknya, jangan menyuruhnya harus begini atau  begitu.  Belajarlah lebih sensitif terhadap perasaan anak. Ketahui apa yang  ditakutinya, keinginan, ketertarikan dan apa yang tidak disukainya.  Dengan memahami anak, maka Bunda bisa menyikapi masalah sesuai sudut  pandang si anak.
  • Jaga kondisi Bunda dari rasa lelah yang berlebihan dan lapar. Karena kedua keadaan tersebut, jika salah satunya terjadi pada Bunda, Bunda akan sangat gampang terpancing emosi, apalagi jika kedua keadaan tersebut bergabung ada pada diri Bunda. Maka, alangkah baiknya jika Bunda terlalu lelah, sebaiknya anak-anak bisa dititipkan misal pada ayahnya untuk sejenak Bunda bisa istirahat atau tidur. Sempatkan makan sesibuk apapun Bunda, apalagi jika Bunda sedang menyusui.
  • Saat Bunda hendak marah, maka ingatlah untuk tidak sembarangan dalam mengeluarkan perkataan. Jangan beri stempel negatif seperti, "anak nakal", "anak pembangkang", dll. Ucapan adalah doa, apalagi jika itu berasal dari perkataan seorang ibu. Semoga apa yang keluar dari perkataan kita saat marah pada anak adalah hal-hal baik. Jika saya marah, saya jadi ingat dengan kisah syaikh Abdurrahman As-Sudais, seorang ulama dan imam besar Masjidil Haram. Akhirnya, kalau saya marah kepada putri saya, Shofiya (2,5 tahun), "Shofiya...jadi anak sholehah ya Nak, hafidzoh, dokter muslimah yang bermanfaat bagi umat, Allahu yahdikum (semoga Allah memberimu petunjuk), Baarakallahu fiyk (semoga Allah memberimu keberkahan)." Atau saya diam.
Saat anak mulai mengesalkan dan membuat marah, tariklah nafas dalam-dalam secara perlahan. Tindakan ini akan mencegah Anda berkata kasar atau membentak si anak. Ulangi beberapa kali sampai perasaan sedikit tenang, sebelum Anda mengatakan atau berbuat apapun. Setelah tenang, otak pun akan berpikir lebih jernih sehingga Anda bisa mengontrol apa yang akan Anda bicarakan nantinya. 2. Ketika amarah mulai memuncak, memang sulit mengontrol diri. Tapi ingat, Anda sedang berhadapan dengan anak Anda sendiri. Cobalah pikirkan sifat-sifat positif yang ada pada diri si anak. Bayangkan bagaimana lucunya dia saat mulai belajar merangkak atau saat dia tertawa polos ketika Anda ingin memotretnya. Mengingat hal-hal baik dari anak, akan membantu Anda meredakan kemarahan dan bertindak lebih terkontrol. 3. Setelah berhasil mengontrol diri, ajak anak Anda bicara dari hati ke hati. Dalam hal ini, bertindaklah seperti teman. Posisikan tubuh Anda sejajar dengan tinggi badannya, tatap mata lalu bicara dengan nada pelan. Tanyakan kenapa dia berbuat sesuatu yang membuat Anda marah, apa yang diinginkannya. Sebaliknya, jangan menyuruhnya harus begini atau begitu. 4. Belajarlah lebih sensitif terhadap perasaan anak. Ketahui apa yang ditakutinya, keinginan, ketertarikan dan apa yang tidak disukainya. Dengan memahami anak, maka Anda bisa menyikapi masalah sesuai sudut pandang si anak. 5. Jika memang rasa marah seperti tidak bisa ditahan lagi, pergilah sebentar sebelum memulai pembicaraan dengan anak. Tinggalkan dia ke ruangan lain, jernihkan pikiran sebentar. Setelah lebih tenang, Anda bisa berkomunikasi lagi dengan anak Anda.

Read more http://www.infospesial.net/5951/5-tips-menahan-emosi-saat-memarahi-anak/

Semua anak belajar berperilaku terutama pada awal-awal kehidupan mereka. Mereka belajar bagaimana mempertahankan diri, mengungkapkan kemarahan, mengemukakan pendapat, dll. Karena mereka tidak lahir dengan membawa keterampilan itu. Mereka lahir untuk dibimbing oleh orangtuanya bagaimana berperilaku. Mereka tidak nakal, mereka hanya sedang belajar berperilaku. Kitalah sebagai orangtua yang harus mengarahkan. Masa-masa emas (golden period) perkembangan mental putra putri kita adalah saat anak-anak. Mari isi dengan pengalaman indah yang menyenangkan.

Menjadi pengingat bagi saya sendiri, semoga bermanfaat!

-dr. Desie Dwi Wisudanti-


***************
Kisah Ibunda Syaikh Abdurrahman As Sudais
Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji. Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata, “idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain,” Pergi kamu…! Biar kamu jadi imam di Haramain…!”
Dan Masya Allah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram…!! Tahukah kalian, siapa anak kecil yang didoakan ibunya saat marah itu…?? Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.

Ini adalah teladan bagi para ibu, calon ibu, ataupun orang tua, hendaklah selalu mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang marah. Karena salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anak-anaknya. Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Meski dalam kondisi marah sekalipun.
“Janganlah kalian mendoakan (keburukan) untuk dirimu sendiri, begitupun untuk anak-anakmu, pembantumu, juga hartamu. Jangan pula mendoakan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana Allah mengabulkan doa kalian…”(HR. Abu Dawud)

Semoga Allah Ta'ala memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjadi ibu dan pendidik yang benar bagi putra putri kita...
Aamiin.







Sumber:
Kisah Ibunda Syaikh Abdurrahman As Sudais, http://desiemeilana.wordpress.com/2013/04/25/kisah-ibunda-syaikh-abdurrahman-as-sudais/
Terkadang, anak-anak bisa melakukan hal-hal yang membuat orang tuanya marah. Kenakalan anak sangat wajar terjadi, apalagi di usia menginjak bangku taman kanan-kanak atau sekolah dasar. Rasa marah atau kesal karena kenakalan anak memang tidak dilarang. Tapi, jangan meluapkannya dengan membentak atau memarahi anak dengan nada tinggi dan kasar, bahkan kekerasan fisik sekalipun.Ada beberapa strategi untuk mengatasi kemarahan pada anak :

Read more http://www.infospesial.net/5951/5-tips-menahan-emosi-saat-memarahi-anak/
Terkadang, anak-anak bisa melakukan hal-hal yang membuat orang tuanya marah. Kenakalan anak sangat wajar terjadi, apalagi di usia menginjak bangku taman kanan-kanak atau sekolah dasar. Rasa marah atau kesal karena kenakalan anak memang tidak dilarang. Tapi, jangan meluapkannya dengan membentak atau memarahi anak dengan nada tinggi dan kasar, bahkan kekerasan fisik sekalipun.Ada beberapa strategi untuk mengatasi kemarahan pada anak :

Read more http://www.infospesial.net/5951/5-tips-menahan-emosi-saat-memarahi-anak/
Terkadang, anak-anak bisa melakukan hal-hal yang membuat orang tuanya marah. Kenakalan anak sangat wajar terjadi, apalagi di usia menginjak bangku taman kanan-kanak atau sekolah dasar. Rasa marah atau kesal karena kenakalan anak memang tidak dilarang. Tapi, jangan meluapkannya dengan membentak atau memarahi anak dengan nada tinggi dan kasar, bahkan kekerasan fisik sekalipun.Ada beberapa strategi untuk mengatasi kemarahan pada anak :

Read more http://www.infospesial.net/5951/5-tips-menahan-emosi-saat-memarahi-anak/

Artikel Terkait Parenting

No comments:

Post a Comment