Friday, May 17, 2013

Cara Mengatasi Si Kecil Sering Membenturkan Kepala

Pada umumnya anak lelaki lebih sering membenturkan kepalanya dibanding anak perempuan. Kebiasaan ini biasanya terjadi saat si kecil berusia 6 bulan ke atas, dan mencapai puncaknya pada usia 18-24 bulan. Ada banyak alasan kenapa si kecil suka membenturkan kepalanya, diantaranya; untuk menenangkan diri dan membuatnya merasa nyaman, sebagai pereda nyeri ketika tumbuh gigi atau yang lainnya. Mungkin dengan ini rasa sakitnya bisa teralihkan. Alasan lainnya adalah karena frustasi. Ketika si kecil membenturkan kepala saat tantrum, sangat mungkin dikarenakan frustasi yang mendalam. Si kecil telah mengetahui banyak hal, akan tetapi tidak bsa mengungkapnya dengan kata-kata. Dan yang terakhir adalah karena mencari perhatian.

Ketika segala permintaan anak selalu dituruti tanpa ada sikap yang bijak dari keluarga, maka pada saat meminta hal tertentu dan tidak dituruti, si kecil akan merasa stres dan frustasi. Dalam kondisi seperti ini segala kemungkinan bisa terjadi, karena si kecil tidak dapat menahan emosinya. Bisa saja dilampiaskan dengan kemarahan dengan menjerit atau membenturkan kepala ke dinding, lantai atau ranjangnya. Hal tersebut tentunya membahayakan pertumbuhan si kecil.

Untuk itu, orang tua dituntut untuk bisa menuntun dan bersikap bijak kepada anak. Keluarga harus bisa menciptakan suasana yang kondusif, agar balita bisa merasa aman dan tenang. Jangan sampai terlalu mengikuti dan menuruti permintaan anak. Peran orang tua sangat penting dalam hal ini. Dia harus bisa mengarahkan dan memahamkan anaknya ketika dia meminta hal yang macam-macam.Sebab perilaku ini apabila dibiarkan dan terus dituruti akan berkembang dan tumbuh sesuai dengan tingkatan umurnya. Pada akhirnya orang tua yang akan kerepotan dan merasa cemas.
Banyak cara untuk mengantisipasi dan mengatasi perilaku seperti ini. Di antara cara bijak yang harus dilakukan orang tua ketika anak meminta permintaan yang macam-macam (tidak tepat), maka orang tua harus pandai-pandai mengalihkannya sehingga si anak lupa. Akan lebih baik jika anak sudah bisa memahami sebab ditolak permintaannya tersebut. Orang tua harus benar-benar memberikan perhatian yang cukup kepada anak, dan cepat mengatasinya. Cara yang paling dianjurkan adalah dengan selalu membimbing anak sesuai ajaran agama sejak dini. Ajarkan anak untuk mengingat Allah, tanpa harus mengesampingkan usaha-usaha lainnya. Alihkan keinginan anak dengan cara mengajaknya bermain, membuat suatu permainan atau menyuruhnya untuk melakukan aktifitas.

Pada saat anak sudah menginjak umur 3 tahun, orang tua harus benar-benar memberikan perhatian kepadanya. Berikan selalu rasa kasih sayang dan cinta kepadanya. Sebab dia bisa merasakan hal itu secara terus-menerus. Apabila segala cara yang ditawarkan kurang memberi reaksi yang cepat, maka orang tua harus secepatnya berkonsultasi ke psikiater anak.





dr. Desie Dwi Wisudanti & Suami

Referensi:
  1. http://www.parenting.co.id/article/balita/alasan.balita.suka.benturkan.kepala/001/003/473
  2. Seni Mendidik & Mengatasi Masalah Perilaku Anak Secara Islami, karangan Dr. Abdullah Muhammad Ash-Shubbi.

Artikel Terkait Parenting

No comments:

Post a Comment