Thursday, April 25, 2013

Tak Perlu Panik Jika Anak Terkena Asma

Dokter Muslimah
Apa sih asma itu?
Asma atau "mengi" bukanlah penyakit menular. Asma merupakan salah satu manifestasi penyakit alergi. Sifat alergi inilah yang diturunkan dari orangtua ke anaknya tetapi bentuk penyakit alerginya tidak selalu sama. Manifestasi alergi yang muncul bisa bermacam-macam, misalnya kaligata (biduran), alergi makanan, alergi obat, pilek alergi (rinitis alergi), eksim, sedangkan bila bermanifestasi di saluran pernapasan bisa terjadi asma. Sehingga kadang orangtuanya alergi obat, anaknya menderita asma.
 
Kemungkinan seorang anak menderita alergi dengan kedua orang tua tidak ada riwayat alergi adalah sebesar 12,5%, jika salah satu orang tua menderita alergi kemungkinan ini menjadi 19,8%. Jika kedua orang tua alergi dengan jenis penyakit yang berlainan (misal ibu menderita asma, ayah menderita eksim) adalah sebesar 42,9% dan jika kedua orang tua menderita jenis alergi yang sama maka kemungkinannya menjadi 72,2%.
 
Siapa saja yang dapat menderita asma?
  • Anak-anak, biasanya yang mempunyai riwayat keluarga alergi.
  • Beberapa anak dapat terus menderita asma sampai kehidupan dewasa.
  • Orang dewasa juga dapat menderita asma.

Mengapa bisa terjadi asma?
Kelainan ini terjadi karena adanya penyempitan jalan napas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah baik secara spontan maupun hasil dari pengobatan (The American Thoracic Society), disebabkan karena :
  • Kontraksi otot dinding saluran napas (bronkokonstriksi)
  • Pembengkakan selaput lendir (edema)
  • Adanya dahak di jalan napas (hipersekresi)

Gejalanya apa saja?
Gejalanya dapat bervariasi, bisa berbeda tiap individu. Gejalanya bisa berupa:
  • Batuk sering terutama saat malam, sedang beraktivitas/ bermain
  • Napas yang cepat
  • Dada terasa penuh atau sesak
  • Mengi (wheezing) yang merupakan suara napas yang menyerupai suara peluit atau siulan
  • Dada naik-turun secara berlebihan saat napas, menandakan kesulitan bernapas
  • Sesak napas
  • Sulit tidur saat malam hari karena sesak napas
  • Aktivitas fisik/ bermain/ olah raga menjadi terbatas karena sesak napas
  • Kelelahan karena sesak napas dan kurangnya tidur waktu malam
Gejala tersebut bisa bervariasi dari satu waktu ke lain waktu, juga dapat bervariasi dalam frekuensi: ada yang memiliki gejala hanya sekali setiap beberapa bulan, yang lain memiliki gejala setiap minggu, dan yang lain memiliki gejala setiap hari.
 
Asma pada anak memiiki tanda dan gejala yang sedikit berbeda dari orang dewasa. Jika pada orang dewasa, napas berbunyi/ mengi merupakan gejala khas yang sering ditemukan. Sedangkan pada anak, batuk menjadi gejala utama asma. Batuk pada asma biasanya berlangsung lama (kurang lebih tiga minggu), tidak kunjung sembuh dan hilang-timbul. Batuk yang disertai keluhan sulit bernapas dan adanya mengi/ suara waktu bernapas, maka lebih memperkuat anak menderita asma. Untuk memastikannya, segera memeriksakan ke dokter untuk melakukan serangkaian pemeriksaan dan tes.
 
Lalu apakah asma bisa disembuhkan? 
Asma merupakan penyakit kronis yang dapat dikontrol. Ketika asma bisa dikontrol, maka gejala-gejala asma seperti batuk dan lainnya bisa hilang atau setidaknya diminimalkan. Untuk menghindari asma pada anak, lakukanlah beberapa hal berikut :  
  • Hindari faktor pencetus asma
  • Penderita asma yang terkontrol gejala asmanya dapat hidup dan beraktivitas seperti orang normal lainnya dalam waktu yang cukup lama. Namun demikian, bila suatu saat terpajan dengan pencetus dapat saja terjadi serangan asma kembali. Tiap anak bisa berbeda pencetusnya, sehingga Bunda harus teliti dalam mengenali faktor pencetus asma pada anak Bunda.   
  1. Pastikan anak mengonsumsi makanan sehat dan hindari makanan yang bisa memicu serangan asma seperti produk susu, kacang-kacangan, telur, seafood
  2. Jika keluarga Anda memiliki riwayat asma, jangan memelihara binatang di rumah, terutama binatang berbulu speerti kucing dan anjing.  
  3. Menjaga kebersihan rumah dan ruangan anak antara lain dengan menjaga agar udara di rumah tidak terlalu lembab, air conditioner (AC) harus sering dibersihkan paling lama setiap 3 bulan sekali, bersihkan rumah secara teratur dengan cara basah (langsung dengan lap basah dan pel) agar debu tidak beterbangan di udara, bersihkan karpet dengan rutin dan seringkali kasur kapuk/ kapas perlu diganti dengan yang berbahan busa atau springbed.
  4. Jangan biarkan anak memasuki lingkungan perokok. Asap rokok bisa memicu serangan asma. Mintalah orang untuk tidak merokok ketika sedang berada di sekitar anak. 
  • Rekreasi dan olahraga terarah
  • Berenang merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan untuk pasien asma, tetapi tidak berarti asmanya akan sembuh dengan berenang. Olahraga lain yang dapat meningkatkan kebugaran tubuh pasien akan sangat bermanfaat bagi pernapasan pasien. Anak dengan asma dapat berolahraga seperti teman sebayanya, namun bila serangan asmanya sering dipicu oleh aktivitas fisik maka dalam berolahraga harus didahului dengan pemanasan (warming-up) dan diakhiri dengan pendinginan yang baik. Bila perlu dapat memakai obat dahulu sebelum berolahraga. Selain itu perlu berhati-hati dalam olahraga yang perlu kecepatan tinggi misalnya sprint atau balap sepeda.
     
  • Perhatikan penggunaan obat-obat asma yang diberikan dokter
  • Terangkan pada anak bagaimana cara penggunaannya sejelas mungkin. Terdapat dua jenis obat yang diberikan pada anak penderita asma oleh dokter, yaitu obat untuk meredakan serangan (reliever) dan ada yang untuk pengendali (controller) timbulnya serangan asma. Obat-obatan ini sering diberikan dalam bentuk inhaler (hirupan) tetapi ada juga dalam bentuk kapsul atau pil. Jangan lupa untuk menanyakan cara penggunaan yang benar dan efek samping masing-masing obat pada dokter. Anak dengan asma yang hanya sekali-sekali mendapat serangan ringan dapat menggunakan obat hirupan untuk meredakan serangannya. Obat hirupan yang dipakai setiap hari tidak menimbulkan adiksi (ketergantungan).
Serangan asma dapat muncul kapan pun. Berikut beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi serangan asma pada anak.
  • Memberikan obat reliever. Obat ini sangat cepat berkerja, yaitu kurang dari 10 menit dan bermanfaat untuk melancarkan pernapasan.
  • Dudukkan anak dan mintalah untuk bernapas perlahan.
Tetaplah tenang ketika mengatasi asma pada anak. Jika anak tidak terlihat membaik setelah terkena serangan asma, segera bawa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih serius.


Semoga bermanfaat...


- dr. Desie Dwi Wisudanti -
---
Sumber gambar: obatuntukanak.blogspot
 

    Artikel Terkait Anak dan Balita

    No comments:

    Post a Comment