Friday, April 12, 2013

Potensi Habbatussauda sebagai Terapi Ajuvan pada Pengobatan Penyakit Metabolisme

Dokter Muslimah
habbatus-sauda-zahir.blogspot
Telah ada penelitian uji klinis yang dilakukan pada pasien penderita penyakit metabolisme yang diterapi dengan minyak Habbatussauda (jinten hitam) dan memberikan hasil yang memuaskan. Uji klinis tersebut berjudul "Therapeutic Effect of Nigella sativa Oil On different Clinical And Biochemical Parameters In Metabolic Syndrome", yang dilakukan oleh pihak Aligarh Muslim University dari bulan Okteber 2005 hingga Maret 2007. 

Riset ini meneliti 161 pasien yang semuanya menderita penyakit metabolisme, 115 pasien laki-laki dan 46 pasien perempuan menderita penyakit metabolisme sesuai dengan kriteria ATP III (The National Cholesterol Education Program's Adult Treatment Panel III). Usia penderita berkisar antara 20 hingga 70 tahun, dimana usia 40 hingga 60 tahun merupakan populasi terbesarnya.
Kriteria ATP III ini diidentifikasi sebagai penderita penyakit sindrom metabolik yang berisiko tinggi terkena stroke. Dalam hal ini pasien memenuhi kriteria inklusi sebagai berikut:
  • Obesitas abdominal yaitu lingkar perut > 102 cm pada laki-laki dan > 88 cm pada wanita
  • Serum trigliserida > 150 mg%
  • Serum HDL < 50 mg%
  • Tekanan darah > 140/ 90 mmHg
  • Kadar gula darah puasa > 110 mg%
Kriteria eksklusi:
  • Hamil
  • Diabetes melitus tipe 1
  • Acute coronary syndromes and cerebrovascular accidents
  • Impaired liver function test
  • Pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik
  • Familial dyslipidemia

Pasien dikelompokkan menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama (disebut Grup Standart) diberikan standart terapi obat kimia (obat untuk hiperkolesterolemia, diabetes melitus tipe 2, obat hipertensi dan obat anti trombotik) terdiri dari:
  • Atorvastatin 1 x 10 mg
  • Metformin 2 x 500 mg
  • Amlodipin 1 x 5 mg
  • Atenolol 1 x 50 mg
  • Aspirin 1 x 150 mg
Sedangkan kelompok kedua (disebut Grup Nigella sativa) selain diberikan terapi standart di atas, juga diberikan minyak Habbatussauda 2 x 2,5 ml perhari selama 6 minggu.
Setelah 6 minggu didapatkan hasil yang mengagumkan yaitu:
  1. Kenaikan kadar HDL kolesterol (biasa disebut sebagai kolesterol baik) pada kedua grup, dimana Grup Nigella sativa naik lebih tinggi secara signifikan dibanding Grup Standart.
  2. Penurunan kadar LDL kolesterol (biasa disebut sebagai kolesterol jahat) pada kedua grup, dimana Grup Nigella sativa turun lebih rendah secara signifikan dibanding Grup Standart.
  3. Penurunan kadar kolesterol total terjjadi pada kedua grup dengan penurunan yang lebih rendah secara signifikan pada Grup Nigella sativa dibanding dengan Grup Standart.
Maka dapat disimpulkan bahwa pada pasien dengan penyakit metabolisme yang sudah mendapat terapi obat dari dokter, maka dapat menggunakan Habbatussauda sebagai terapi ajuvan (pendamping) untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, karena efek potensiasi Habbatussauda.




dr. Desie Dwi Wisudanti

Sumber:
  • Habbatussauda Obat Segala Penyakit:: Kisah Nyata Seorang Dokter Meresepkan Habbatussauda untuk Kesembuhan Pasiennya, dr. Insan Agung Nugroho
  • http://www.ncbi.nlm.nih.gov/

Artikel Terkait Habbatussauda ,Jinten hitam ,Obat herbal

No comments:

Post a Comment