Sunday, April 28, 2013

Cara Praktis Terapi Habbatussauda Pada Asma Bronkhial

Asma bronkhial adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel, dimana trakeobronkial berespon secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. Asma bronkhial adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah baik secara spontan maupun hasil dari pengobatan (The American Thoracic Society ).

Ada beberapa hal yang merupakan faktor predisposisi dan presipitasi timbulnya serangan asma bronkhial. Faktor predisposisi yaitu genetik dan faktor presipitasi yaitu alergen, perubahan cuaca, stress, lingkungan kerja, olahraga/ aktifitas jasmani yang berat. Asma ditandai dengan kontraksi spastik dari otot polos bronkus (bronkokonstriksi) yang menyebabkan sukar bernafas. Penyebab yang umum adalah hipersensitivitas bronkhioulus terhadap benda-benda asing di udara.

Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui efektivitas habatussauda pada penderita asma, baik sebagai terapi pencegahan (profilaksis) maupun terapi untuk meredakan serangan asma. Dari penelitan-penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa:
  • Biji Habbatussauda memiliki efek bronkodilator.
  • Minyak biji Habbatussauda peroral mampu menurunkan infiltrasi sel radang di saluran pernapasan mencitBalb/ C model asma alergi.
  • Nigellone, zat aktif dalam habbatussauda yang berperan sebagai bronkodilator, menghambat pelepasan histamin oleh sel mast.
Selain dilakukan penelitian pada hewan coba dan penderita asma dewasa, juga telah dilakukan penelitian pada anak-anak. Bahkan, sebuah laporan menyebutkan efektivitas anti asma pada anak lebih baik dibandingkan pada orang dewasa. Sebuah penelitian tentang penggunaan Habbatussauda kepada anak dilaporkan dalam riset yang berjudul, "A Study of Nigella Sativa Oil in The Management of Wheeze Associated Lower respiratory Tract Illness in Children."

Dalam riset tersebut, uji Habbatussauda diberikan kepada anak usia 5 hingga 15 tahun. Pengukuran dilakukan terhadap Pulmonary index (PI) dan Peak Expiratory Flow Rate (PEFR). Kesimpulan dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa pemberian Habbatussauda memberikan keuntungan dalam terapi yang diberikan.

Secara praktis, bagaimanakah terapi Habbatussauda pada penderita asma, mengingat sediaan yang ada di pasaran hanya berupa kapsul serbuk dan minyak?
Penggunaan untuk terapi membutuhkan dosis yang terpat. Satu penelitian yang berjudul "Effect of Nigella sativa on Subjective Feeling in Patients with Allergic disease" yang diterbitkan dalam jurnal Phytotherapy research tahun 2003, meyebutkan dosis untuk menanggulangi asma bronkhial menggunakan minyak adalah 40 hingga 80 mg/ kg perhari. Untuk memberikan efek yang cepat, campurkan setengah sendok makan rumahan minyak habbatussauda ke dalam minuman panas. Hirup uapnya kuat-kuat, lalu setelah airnya dingin diminum sampai habis. Lakukan 2 kali sehari. Ketika menghirup uap minyak habbatussauda ini, usahakan mata dalam keadaan tertutup karena seringkali minyak volatilnya berasa pedih di mata. 






- dr. Desie Dwi Wisudanti -

Sumber:

Boskabady MH, Jayan H., Sajady M., Rakhshandeh H., The possible prophylactic effect of Nigella sativa seed extract in asthmatic patients, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17868210, diakses tanggal 25 April 2013   
AA Subijanto, Diding HP, Effect of Nigella sativa L. Oil on Bronchial Inflammation Grading, http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/view/587, diakses tanggal 25 April 2013
Jameel Ahmad, et. al., A study of Nigella sativa oil in the management of wheeze associated lower respiratory tract illness in children, Fundam Clin Pharmacol. 2008 Feb;22(1):105

Picture source: wikipedia Indonesia (id.wikipedia.org). 

Artikel Terkait Obat herbal

1 comment:

  1. Dosis 40-80 mg/kg per hari tersebut untuk anak-anak atau dewasa, dok? Bagaimana aturan makan untuk anak-anak dan dewasa, dok? Terima Kasih

    ReplyDelete