/*Dokter Muslimah - Tips Sehat Keluarga, Ibu dan Anak*/ /**/ /* */

Friday, March 8, 2013

Tips Mengatasi Balita Yang Susah Makan

Dokter Muslimah
Pada umumnya, ada fase-fase tertentu balita sangat susah untuk makan. Terkadang, kita sebagai orang tua juga pernah menghadapi kasus balita yang biasanya suka makan secara tiba-tiba kehilangan selera makan atau tidak mau makan sama sekali. Balita yang susah makan sering menjadi masalah tersendiri bagi orang tua. Timbul kecemasan, ketakutan orangtua akan tidak terpenuhinya kecukupan energi maupun nutrisi untuk tumbuh kembang anaknya. Masalah ini perlu segera mendapat penanganan yang tepat dari orangtua, mengingat bahwa kebiasaan dan pola makan pada saat bayi akan mempengaruhi kebiasaan dan pola makannya saat besar nanti. Sejak dini, orang tua harus mulai membina keterampilan makan pada anak.

Perkembangan keterampilan makan yang berlangsung sejak lahir sampai dengan usia 3 tahun merupakan sesuatu yang memerlukan pelatihan dan pembinaan, baik untuk ibu dan anak. Dikatakan usia 6 – 9 bulan merupakan periode kritis dalam pembinaan keterampilan makan. Apabila periode ini tidak dimanfaatkan secara optimal dapat timbul masalah makan pada anak.

Banyak faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan, selain selera makan, faktor sosial, budaya, ekonomi, agama, umur dan jenis kelamin, emosi, pendidikan, kondisi kesehatan dan obat – obatan yang dikomsumsi juga dapat menekan atau meningkatkan nafsu makan.

Tips memberi makan & meningkatkan nafsu makan pada anak:
  1. Berikanlah makanan anak sesuai dengan usia dan perkembangannya. Beri porsi yang cukup bukan berlebih, jika anak merasa kurang ia boleh minta tambah.
  2. Variasikan menu, perubahan rasa, keragaman dan penyajian yang menarik diperlukan agar anak tidak cepat bosan. Menyiasati menu makan anak. Selain variatif, ada yang penting yang kadang terlupakan. temukan penyebab anak mempunyai suatu favorit makanan. Apakah karena rasa, atau tampilan atau yang lain.
  3. Lebih baik memberi makanan yang padat gizi dan berenergi tinggi dalam porsi kecil dari pada cemilan yang akan mengganggu timbulnya rasa lapar , sehingga kecukupan energi dan nutrisi anak terpenuhi.
  4. Mengatur dengan baik jadwal pemberian makan dan kudapan. Pilih kudapan yang sehat seperti buah-buahan.
  5. Ciptakan suasana yang menyenangkan dan buatlah acara makan menjadi saat yang menggembirakan buat anak.
  6. Biarkan anak makan sendiri sehingga anak merasa mampu, dipercaya oleh orangtua, semakin mandiri dan kemampuan motoriknya juga akan terlatih dan berkembang baik.
  7. Secara bertahap perkenalkan suatu makanan baru pada waktu dan dalam porsi sedikit terlebih dahulu.
  8. Jangan memburu-buru anak agar makan dengan cepat.
  9. Tidak perlu setiap kali mengikuti keinginan anak dengan mengganti menu sesuai keinginannya.
  10. Jangan bosan pula untuk menawarkan. Boleh jadi waktu makanan baru itu ditolak ,bukan karena tidak suka, tapi karena faktor lain.
  11. Masukkan unsur gizi ke dalam makanan kesukaan anak.
  12. Memperkenalkan aneka jenis makanan sejak dini. Diharapkan anak semakin terbiasa dengan makanan rumah.
  13. Selingi dengan pengganti nasi, seperti roti, bakpau, makaroni, bila anak menolak makan nasi.
  14. Pemberian makan pada anak tidak boleh terlalu lama. Sebaiknya proses makan tidak lebih dari 20 menit. Secara oral motorik, mulut akan capek jika terus mengunyah lebih dari 20 menit.
  15. Makan bersama keluarga.
  16. Sesekali biarkan anak makan bersama teman-temannya.
  17. Sesekali ajak anak menyiapkan makanannya.
  18. Beri contoh pada anak makan beragam dan ajarkan anak mencobanya tanpa memaksa. Penolakan anak bukan merupakan kata akhir. Anak harus diperkenalkan hingga 10 kali untuk menerima makanan baru.
  19. Merangsang anak untuk senantiasa aktif bergerak. Anak yang aktif bergerak akan mudah lapar dan mempunyai efek baik terhadap kesehatannya.
  20. Kembali pada konsep bina komunikasi yg baik. Jangan paksakan anak kalau tidak mau makan.
  21. Tidak membiasakan makanan diberi bumbu MSG yang dapat menyebabkan ketergantungan anak terhadap MSG karena makanan terasa hambar atau kurang enak tanpa MSG. Selain itu, makanan yang mengandung MSG tidak baik untuk kesehatan.
  22. Suplementasi vitamin dan mineral jika diperlukan.
  23. Gangguan makan yang patologis harus dikenali sejak dini. Konsultasikan dengan ahlinya atau dokter bilamana amat sangat diperlukan dan ditemukan gejala-gejala kelainan/gangguan faktor organik.
Dalam segala sesuatu memerlukan suatu proses, demikian juga halnya dalam menumbuhkan kesukaan makan pada anak. Makan tidak hanya suatu proses memasukkan sesuatu ke dalam mulut, tetapi lebih dari itu juga merupakan suatu media pembelajaran anak. Anak kurus belum berarti kurang gizi, dan gemuk belum tentu sehat. Pembahasan tentang untung ruginya punya anak gemuk di lihat pada anak gemuk lucukah atau mengkhawatirkan. Mari optimalkan tumbuh kembang anak dengan pemberian nutrisi yang tepat dan seimbang.

Selamat mencoba dan semoga berhasil!


- dr.  Desie Dwi Wisudanti -

Disadur dari berbagai sumber
Source gambar: t-wul.blogspot
 

Artikel Terkait Anak dan Balita

No comments:

Post a Comment