Wednesday, March 27, 2013

Pertambahan Berat Badan Yang Tepat Saat Hamil dan Perhitungannya

Dokter Muslimah
satubidan.com
Memperhatikan dan mengetahui pertambahan berat badan yang tepat saat hamil adalah hal yang sangat penting. Dengan pengetahuan ini akan diketahui apakah seorang ibu hamil kelebihan berat badan, sudah tepat berat badannya atau malahan kurang, dan hal ini juga akan berpengaruh bagi kesehatan ibu hamil dan janinnya. Berat badan seorang wanita juga sudah terbukti akannberpengaruh jelas pada kesempatannya untuk bisa hamil.  Wanita yang kurus (underweight) atau kelebihan berat badan (overweight)  memiliki kesempatan lebih kecil untuk hamil. Sehingga dari sini bisa diketahui juga bahwa tingkat kesuburan seorang wanita juga dipengaruhi oleh berat badannya.

Wanita yang kurus, cenderung untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah yaitu kurang dari 2500 gram dan  juga kelahiran prematur yaitu kehamilan kurang dari 37 minggu. Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) akan memiliki tingkat kematian yang lebih besar dibanding dengan bayi dengan berat badan lahir normal. Bayi BBLR juga memiliki kemungkinan lebih besar mengalami gangguan tumbuh kembang dan lebih rentan menderita penyakit.

Wanita yang kelebihan berat badan memilik faktor risiko komplikasi seperti diabetes melitus (kencing manis), hipertensi, perdarahan, gangguan atau kesulitan saat melahirkan, varises, kelelahan ekstrim dan berisiko tinggi janinnya mengalami NTD (neural tube defect).

Berat Badan dan Kehamilan
Saat merencanakan kehamilan merupakan waktu yang tepat memastikan apakah kita terlalu gemuk (obese) atau terlalu kurus. Wanita dengan berat badan normal memiliki kesempatan konsepsi lebih baik dan melahirkan bayi yang sehat. Kehilangan berat badan saat hamil dapat berbahaya bagi kondisi janin, oleh karena itu pastikan bahwa dengan makan makanan yang tepat, bergizi seimbang dan dengan olahraga yang tepat, kita bisa memiliki berat badan yang ideal saat pre pregnancy.

Bertambahnya Berat Badan Saat Hamil
Beberapa wanita sering mengkhawatirkan pertambahan berat badan yang terjadi pada dirinya selama hamil. Untuk mengetahui apakah berat badan kita normal, kurus atau berlebih dan bahkan obese, bisa diketahui dengan menghitung BMI (Body Mass Index) atau indeks massa tubuh. Bagaimana cara menghitung BMI?

                                                      Berat Badan (kg)   
                                   BMI  =  ———————————–                                              
                                                   (Tinggi Badan)2 (m2)
Keterangan : 

Kategori WHO Asia Tenggara
Underweight
< 18,5 < 18,5
Normal
18,5 – 24,9
18,5 – 22,9
Over weight
25 – 29,9 23 – 27,5
Obesitas
> 30 > 27,5
Contoh:
Jika berat badan saya 50 kg dan tinggi badan saya 160 cm. Maka BMI saya adalah 50/(1,6)2= 50/ 2,56 = 19,53. BMI saya termasuk dalam kategori normal.

Pada wanita dengan BMI normal, maka membutuhkan penambahaan berat badan sebesar 12,5 kg hingga 17,5 kg selama hamil. Rata-rata wanita mendapatkan penambahan berat badan sekitar 2 – 3 kg selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan) dan kemudian sekitar 0,5 kg setiap minggunya. Jika wanita mendapatkan penambahan berat badan lebih dari 2,5 kg setiap minggu, maka ia harus berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin, karena bisa saja itu merupakan tanda awal terjadinya pre-eklamsia. Gejala dan tanda pre-eklamsi antara lain hipertensi, proteinuri dan oedema (bengkak) terutama di ekstremitas. Sama halnya dengan itu, jika tidak terdapat penambahan berat badan lebih dari 2 minggu atau selama trimester kedua dan ketiga, maka hal ini perlu dimonitor lebih lanjut untuk mengetahui apa yang terjadi pada kehamilan tersebut.

Wanita dengan BMI rendah (underweight), harus mendapatkan penambahan berat badan sebanyak 14 kg – 20 kg selama hamil. Jika wanita dengan kelebihan berat badan (overweight), dia bisa mendapatkan penambahan berat badan hingga 7,5 kg – 12, 5 kg. Dan jika anda obese, maka anda cukup menambah berat badan sebesar 7,5 kg saja selama kehamilan.

Pada kasus anak kembar, maka dengan BMI normal harus mendapatkan penambahaan berat badan sebanyak 17,5 – 22,5 kg.
Penambahan berat badan selama hamil adalah sebuah proses alamiah dan sehat, yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena ini juga demi kepentingan dan perkembangan si buah hati di dalam kandungan. Dengan tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan olahraga yang tepat secara teratur serta menyusui bayi kita, akan lebih mudah mengembalikan berat badan ke berat semula (normal) setelah melahirkan.
Makanan Pengontrol Penambahan Berat Badan
Penting sekali untuk makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, karena dapat menjaga penambahan berat badan kita selama hamil. Karena sering kali kita lihat seorang ibu hamil entah karena alasan “bawaan bayi” seringkali makan begitu banyak makanan disertai ngemil yang ga sehat.
Sayang sekali kalau kemudian nafsu makan yang bertambah ini jika tidak dibarengi dengan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Malah justru lari ke produk2 cepat saji (junk food).
Perbanyak makan sayur-sayuran, buah-buahan segar, makanan kaya zat besi, asam folat, kalsium, vitamin B, protein, dll. Dokter akan merekomendasikan suplemen asam folat dan multi vitamin untuk memastikan kesehatan dan perkembangan janin. Sekali lagi jangan makan junk food hanya untuk memenuhi keinginan anda dan memuaskan lidah kita, akan tetapi berpikirlah bijak, mencari makanan yang tidak hanya memuaskan kita tetapi juga harus bergizi. Hindari makanan mentah atau  setengah matang seperti daging, telur, ikan, dll.

Pertambahan berat badan berbeda pada setiap wanita hamil, jadi jangan sampai terlalu khawatir jika berbeda dengan wanita hamil lainnya. Kecuali, jika penambahan berat badan tadi terlalu banyak dalam waktu yang terlalu cepat atau justru terlalu sedikit dalam waktu yang lama. Maka, teraturlah untuk memeriksakan kehamilan agar bisa dimonitor sejak awal jika terdapat kelainan dan bahkan mencegah timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan bagi bayi dan diri kita juga. WHO merekomendasikan ANC (ante natal care) yaitu pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali yaitu 1 kali pada trimester pertama dan kedua, dua kali untuk trimester ketiga.



- dr. Desie Dwi Wisudanti -

Sumber:  
http://www.pregnancy-period.com/ dan sumber tambahan lainnya

Artikel Terkait kehamilan

2 comments:

  1. Apakah yang harus dilakukan jika ibu hamil mengalami kenaikan berat badan yang terlalu besar hingga obesitas? Apakah ibu hamil tersebut harus melakukan diet untuk mengurangi berat badan? Bagaimana cara mengurangi berat badan tersebut? Terima kasih

    ReplyDelete
  2. Sebaiknya mulai diatur asupan makanannya. Diet di sini bkn membatasi makan atau bahkan menghindari makanan yang mengandung karbohidrat, akan tetapi pengaturan pola makan dengan makan makanan gizi seimbang, disesuaikan kebutuhan kalorinya. Perbanyak makan buah dan sayur, minum air putih cukup. Untuk mengurangi berat badan, ibu hamil jg bisa melakukan beberapa aktivitas fisik atau olahraga untuk ibu hamil, yang tentunya aman dan bermanfaat bagi ibu hamil. Selanjutnya, tidak lupa untuk ANC, periksa kehamilan secara teratur minimal 4 kali selama hamil hingga melahirkan. Semoga ibu dan janin sehat.

    Salam,
    dr. Desie Dwi W.

    ReplyDelete