Tuesday, March 19, 2013

Mencermati Perkembangan Mental Anak Balita (Skala Yaumil Mimi)

Dokter Muslimah
Mempelajari tumbuh kembang anak, sepertinya tidak akan dengan mudah diingat jika tidak dipraktekkan dengan melihat langsung dan mengikuti perkembangannya dari awal. Seperti yang saya alami, meskipun dulu sudah pernah belajar di bagian anak, akan tetapi gampang banget lupa. Sekarang teraplikasikan saat melihat perkembangan keponakan saya, Airin, yang sekarang sudah berumur 3 bulan 7 hari. (maklum si dedek dalam perut belum lahir). Alhamdulillah, sekarang kami sudah dikaruniai 2 orang cahaya mata.

Banyak cara untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak, mulai dari kartu menuju sehat untuk memantau tinggi dan berat bayi, hingga tes perkembangan seperti tes IQ, tes prestasi, tes psikomotorik, tes proyeksi, hingga tes perilaku adaptif. Ada juga tes skrining perkembangan menurut Denver untuk skrining kelainan perkembangan anak.

Bagian Psikologi Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bersama Unit Kerja Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyusun skema praktis perkembangan mental anak balita yang disebut: Skala Yaumil-Mimi. Sekarang mari coba dipraktekkan skala yang sederhana ini dengan menilai perkembangan anak-anak kecil di sekitar kita, bisa anak kita sendiri, adik atau mungkin keponakan.
Perkembangan Mental
Gerakan-Gerakan Kasar & Halus, Emosi, Sosial, Perilaku, Bicara
Perkembangan anak balita:
  • Sangat penting sebagai dasar untuk perkembangan selanjutnya yakni prasekolah, sekolah, akil balig dan remaja
  • Untuk perkembangan yang baik dibutuhkan:1. Kesehatan & gizi yang baik dari ibu hamil, bayi dan anak prasekolah2. Stimulasi/ rangsangan yang cukup dalam kualitas dan kuantitas
  • Keluarga dan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) mempunyai peran yang penting dalam pembinaan fisik, mental sosial anak balita
Dari lahir sampai 3 bulan:
  • Belajar mengangkat kepala (seperti yang terjadi pada Airin, sepertinya tujuannya untuk mempersiapkan diri sebelum tengkurap)
  • Belajar mengikuti objek dengan matanya
  • Melihat ke muka orang dengan tersenyum
  • Bereaksi terhadap suara/ bunyi
  • Mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak (yok Bunda, sering diajak ngobrol bayinya, diajak bercerita, dengan begitu memperkenalkan ragam kata sejak dini)
  • Menahan barang yang dipegangnya
  • Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh (ga jelas Airin mo ngomong apa, tp dia tampak ingin mengucapkan sesuatu, dengan sesekali menarik nafas panjang tanda berusaha untuk mengeluarkan sebuah kata, menyampaikan uneg-unegnya, lucu sekali…)
Dari 3 bulan sampai 6 bulan:
  • Mengangkat kepala 90 derajat dan mengangkat dada dengan bertopang tangan (tandanya bayi mulai bisa tengkurap. Alhamdulillah Airin sudah bisa tengkurap umur 3 bulan lebih 3 hari meski hanya sekali pada saat itu, sekarang malah sudah sering tengkurap. Sebelum-sebelumnya badan dan kakinya dah miring-miring mo tengkurap, cuma kendalanya pada saat itu tinggal membalikan kepala. Tapi akhirnya bisa karena memang pada umur 3 bulan dia dah kuat menahan kepala dan mengangkat kepalanya)
  • Mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau di luar jangkauannya. (Ya dengan memegang jari-jemari saya, bahkan jangan salahkan kl jilbab bahkan rambut juga tertarik jika tidak berhati-hati, tapi belum kenceng koq pegangannya, masih dengan mudah dilepaskan)
  • Menahan benda-benda di mulutnya (dia senang sekali memasukkan kepalan tangannya ke mulutnya, duh Airin… kan bisa jadi sumber masuknya kuman)
  • Berusaha memperluas lapangan pandangan
  • Tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain (ehmm…interaktif sekali)
  • Mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang
Dari 6 bulan sampai 9 bulan:
  • Dapat duduk tanpa dibantu
  • Dapat tengkurap dan berbailik sendiri
  • Dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang
  • Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain
  • Memegang benda kecil daengan ibu jari dan jari telunjuk
  • Bergembira dengan melempar benda-benda
  • Mengeluarkan kata-kata tanpa arti
  • Mengenal muka anggota-anggota keluarga dan takut kepada orang asing/ lain
  • Mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan dan sembunyi-sembunyian
Dari 9 bulan sampai 12 bulan:
  • Dapat berdiri sendiri tanpa dibantu
  • Dapat berjalan dengan dituntun
  • Menirukan suara (hayoo..sebelumnya dah distimulasi dengan suara yang baik-baik ya Bu… bisa dengan diperdengarkan murottal Al-Qur’an)
  • Mengulang bunyi yang didengarnya
  • Belajar menyatakan satu atau dua kata
  • Mengerti perintah sederhana atau larangan
  • Memperlihatkan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya, ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya (memasuki fase oral sepertinya)
  • berpartisipasi dalam permainan
Dari 12 bulan sampai 18 bulan:
  • Berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah
  • Menyusun 2 atau 3 kotak
  • Dapat mengatakan 5-10 kata
  • Memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing
Dari 18 sampai 24 bulan:
  • Naik turun tangga
  • Menyusun 6 kotak
  • Menunjuk mata dan hidungnya
  • Menyusun dua kata
  • Belajar makan sendiri
  • Menggambar garis di kertas atau pasir
  • Mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil/ kencing
  • Menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang lebih besar
  • Memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka
Dari 2 sampai 3 tahun:
  • Belajar meloncat, memanjat, melompat dengan satu kaki
  • Membuat jembatan dengan 3 kotak
  • Mampu menyusun kalimat
  • Mempergunakan kata-kata saya, bertanya, mengerti kata-kata yang ditujukan kepadanya
  • Menggambar lingkaran
  • Bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya
Dari 3 sampai 4 tahun:
  • Berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga
  • Berjalan pada jari kaki
  • Belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri
  • Menggambar garis silang
  • Mengenal 2 atau 3 warna
  • Menggambar orang hanya kepala dan badan
  • Bicara dengan baik
  • Menyebut namanya, jenis kelamin dan umurnya
  • Banyak bertanya
  • Bertanya bagaimana anak dilahirkan
  • Mengenal sisi atas, sisi bawah, sisi muka, dan sisi belakang
  • Mendengarkan cerita-cerita
  • Bermain dengan anak lain
  • Menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudranya
  • Dapat melakasanakan tugas-tugas sederhana
Dari 4 sampai 5 tahun:
  • Melompat dan menari
  • Menggambar orang terdiri dari kepala, lengan dan badan
  • Menggambar segi empat dan segi tiga
  • Pandai bicara
  • Dapat menghitung jari-jarinya
  • Dapat menyebut hari-hari dalam seminggu
  • Mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita
  • Minat kepada kata baru dan artinya
  • Memprotes bila dilarang apa yang diingininya
  • Mengenal 4 warna
  • Memperkirakan bentuk dan besarnya benda, membedakan besar dan kecil
  • Menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa
Pendidikan/ stimulasi yang perlu diberikan:
  • Akademik sederhana: pengenalan ruang, bentuk, warna, persiapan berhitung
  • Pendidikan alam sekitar, sosialisasi, mengenal lingkungan masyarakat
  • Bermain bebas untuk mengembangkan fantasi dan memperkaya pengalaman
  • Menyanyi, menggambar
  • Bahasa: bercakap-cakap, membaca gambar, bercerita, mengucapkan syair sederhana
  • Melatih daya ingat dengan antara lain bermain jualan, menyampaikan berita
  • Menggambar
  • Membuat permainan dari kertas
  • Mengenal tugas, larangan-larangan
  • Aktivitas sehari-hari: makan sendiri, minum sendiri, kontrol buang air besar (BAB), kontrol buang air kecil (BAK)
Di atas tadi adalah tahap perkembangan bayi dan anak-anak. Menurut saya, meskipun mungkin belum waktunya anak tadi untuk bisa bicara, untuk memahami apa yang disampaikan orang tuanya, mengontrol BAB dan BAK, alangkah baiknya jika orang tua, terutama ibunya telah memberikan rangsangan kepada bayi sejak dini, mengingat bahwa organ pendengaran adalah organ yang paling berfungsi bahkan sejak berada dalam kandungan. Stimulasi itu misalnya dengan bercerita tentang kisah Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam, sahabat beliau, atau dengan sering memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an, maka si anak tadi insya Allah akan terbiasa dan mudah-mudahan lebih cepat menangkap pembicaraan, dan lebih dekat dengan sosok beliau, sahabat beliau dan Al-Qur’anul kariim.
Seperti yang terjadi pada anak teman saya, yang dibiasakan dari bayi diperdengarkan Al-Qur’an, maka pada umurnya yang baru 2,5 tahun, si anak sudah bisa melantunkan surat Al-Fatihah dan beberapa surat pendek. Lain lagi dengan yang dialami anak teman suami saya, yang jika diperdengarkan bacaan Al-Qur’an maka dia akan berhenti menangis. Masya Allah…
Juga bisa dengan mengajari anak toilet training sebelum waktunya bisa mengontrol BAB dan BAK, meskipun beberapa penelitian menyebutkan bahwa angka keberhasilan toilet traningakan meningkat saat anak diajarkan pada usia 24-36 bulan, Wallahu a'lam.
Bahkan ada seorang ibu yang membiasakannya sejak umur 3 bulan. Mungkin untuk mengenalkan sejak dini, agar lebih cepat terbiasa dan mampu melakukannya.
Jadi tidak harus menunggu dia bisa bicara untuk mengenalkan nilai-nilai, seperti mengucapkan maaf, terimakasih dan minta tolong (terutama dengan memberi contoh, karena ketauladanan adalah salah satu proses belajar bagi anak). Tidak harus menunggu dia bisa berhitung untuk mengenalkan angka, dll. Banyak hal dapat distimulasikan kepada anak sejak dini, sesuai dengan harapan kita agar anak nantinya menjadi terbiasa dengan hal-hal yang kita ingin dia bisa melakukannya.

Semoga kita dikaruniai anak yang sholeh atau sholehah, yang cerdas, yang berbakti pada ortunya dan bermanfaat bagi umat (berharap bisa menegakkan sunnah di bumi Allah ini, Aamiin…). Tapi kalau untuk makanan… jangan coba-coba yang lain, tetap yang terbaik adalah ASI (eksklusif 6 bulan dengan ASI saja, kemudian bisa ditambah dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI) sampai 2 tahun penyapihan). 

Be the best parent for your beloved children...


- dr. Desie Dwi Wisudanti-

Artikel Terkait Anak dan Balita ,Parenting

No comments:

Post a Comment