Wednesday, March 13, 2013

Cerita Pengalaman Mengenalkan Makanan Pedamping ASI

Dokter Muslimah
tipsibunda.com
Seperti yang sudah pernah saya singgung sebelumnya di postingan terdahulu Saat Tepat Mengenalkan Makanan Pedamping ASI, bahwa pengenalan makanan padat pada bayi memegang peran penting pada kebiasaan makannya suatu hari nanti saat ia tumbuh semakin besar. Waktu yang tepat dalam mengenalkan rasa adalah faktor terpenting dalam pengenalan makanan pedamping ASI (MPASI). Berikut adalah tips tambahan ketika mengenalkan MPASI pertama kali pada balita kita.
  1. Saat ibu pertama kali mengenalkan makanan padat pada bayi ibu, sebaiknya makanan buatan ibu sendiri, bukan makanan instan yang cepat saji. Karena ternyata berdasarkan survey terhadap keponakan dan juga anak-anak teman saya, menunjukkan bahwa bayi yang dikenalkan makanan padat berupa makanan instan, maka dia akan cenderung menjadi anak yang milih - milih terhadap makanan terutama dari segi rasanya. Penyebabnya kemungkinan karena makanan instant dibuat sesedap mungkin rasanya agar disukai anak. Contohnya keponakan saya (15 bulan) yang lebih suka makan bakso, makan soto atau bahkan makan mie instan ketimbang makan makanan rumah. Padahal lho… makanan-makanan tadi banyak mengandung penyedap rasa yang sangat tidak baik bagi tubuh termasuk juga bersifat karsinogenik.
  2. Variasikan pemberian makanan agar bayi ibu kaya rasa, tetapi bukan dengan memberikan gula dan garam. Karena pemberian gula akan menyebabkan anak menjadi pemilih terhadap makanan, sedangkan garam akan memberatkan kerja ginjal.
  3. Biasakan sejak dini untuk memasukkan buah-buahan sebagai menu harian bayi ibu. Karena kebiasaan ini dapat terbawa terus. Keluhan teman saya, anaknya susah kalau disuruh makan buah, dan ternyata diakui bahwa memang saat bayi jarang sekali makan buah. Alhamdulillah kedua anak kami sangat menyukai buah sampai sekarang.
  4. Sebaiknya ibu membaca hal-hal tentang MPASI (Makanan Pendamping ASI), juga resep-resepnya jauh-jauh hari, bisa 3 bulan sebelum jadwal pengenalan makanan padat. Mengapa? Karena akan memberikan kesempatan atau waktu bagi ibu untuk memperkaya wawasan mengenai cara dan tips mengenalkan MPASI, mendapat resep-resep MPASI, sehingga dapat  meningkatkan antusias, niat dan keinginan besar untuk membuat MPASI by your self (home made). Selain itu juga bisa sambil bertanya pada teman-teman ibu yang sudah berpengalaman dalam memberikan MPASI pada bayinya. Pengalaman yang baik bisa diamalkan, yang tidak baik bisa diambil hikmahnya agar tidak terulang pada bayi ibu.
Ingin berbagi tentang pengenalan dan pemberian makanan padat pada putri saya, Shofiya, yang sekarang sudah berumur 2.5 bulan 2,7 tahun. Makanan padat pertama Shofiya saat berumur 5 bulan adalah bubur tepung beras (tepung beras dimasak lalu ditambah susu) dicoba selama 4 hari, 1 kali sehari, terus meningkat secara bertahap dan coba dibuat jadwalnya. Kemudian saya coba beri pisang kukus (pisang gajih dikukus, lalu dilumatkan setelah dibuang isinya, kadang saya tambahkan susu). Alhamdulillah dia suka, meskipun di awal pemberian bubur tepung beras maupun pisang kukus terlihat sedikit penolakan, tapi saya anggap itu lumrah karena baru perkenalan, toh saya tidak berputus asa untuk tetap mengenalkan makanan demi makanan kepadanya.

Kemudian berlanjut pada bubur tepung beras merah (tepung beras merah dimasak lalu ditambah susu). Sebenarnya tepung beras merah tidak dijual di pasar ataupun di toko, yang ada adalah beras merah, maka karena mengetahui kelebihannya dan manfaatnya bagi tubuh serta kesehatan, maka sayapun membuat sendiri tepung beras merahnya. Caranya pertama dengan membersihkan beras merah, kemudian saya keringkan di bawah sinar matahari, lalu disangrai agar benar-benar kering sehingga lebih tahan lama (kalau basah mudah dihinggapi jamur), baru kemudian ditumbuk, lalu diayak. Jreng… jreng… jadilah tepung berasa merah buatan ummu Shofiya ^^

Selanjutnya saya juga mencoba bubur tepung beras merah ditambah dengan air tomat atau air jeruk, kemudian ditambah wortel. Sampai  sekarang yang sudah menjadi menu hariannya adalah beras merah (sama pembuatannya dengan tepung beras merah, tetapi sudah tidak perlu diayak lagi) + wortel parut + bawang putih parut + tahu atau tempe parut + tomat parut (terkadang), semuanya ditim dengan urutan memasukkan seperti yang sudah saya sebutkan mulai dari beras merah hingga terakhir tomat. Kalau pada hari itu pas ada brokoli ataupun bayam ya tinggal ditambahkan, kalau pas ada ayam juga bisa ditambahkan, tapi makanan dasarnya sama. Dulu pernah juga saya coba bubur roti tawar, Alhamdulillah mau. Setiap hari harus ada buahnya entah itu jeruk, pisang (pisang Ambon, pisang gajih, pisang susu, dll.) atau apel. Kalau apel saya buat dalam bentuk puree apel yaitu dikukus kemudian diblender, lalu lebih sering saya campurkan ke makanan dasarnya. Belum genap 7 bulan, Shofiya sudah bisa menghabiskan jeruk 1 buah.

Jangan lupa juga setiap selesai makan diberi minum, saya seringnya ngasih air putih. Beberapa hari yang lalu saya coba buat air rebusan kacang hijau ditambah gula merah sedikit, diminumkan setelah makan, Alhamdulillah Shofiya suka, malah ketawa ketiwi sampai keliatan gusinya, hehe… Saat dicobakan kepada ponakan saya… eh malah dilepeh, sama halnya saat saya pernah coba memberikan makanan Shofiya pada sepupunya itu, ternyata juga dilepeh.

O iya… pernah sekali saat umurnya 7 bulan, umminya tidak sempat masak, terpaksa diberi makanan/ bubur instan, eh… ternyta dilepeh, ya udah ga diteruskan langsung masak saat itu juga.
Prinsip saya, anak harus suka makanan rumah, makanan buatan umminya yang lebih sehat, dengan gizi seimbang, tanpa pengawet maupun perasa buatan, insya Allah… Oleh karena itu harus dimulai sejak dini.
Nah ibu-ibu, semoga bermanfaat hasil bagi-bagi ceritanya ^^


- dr. Desie Dwi Wisudanti -
*****************
Jember, 15 Mei 2011, puku 02.30 WIB,
di kamar sambil sesekali melihat putri kecilku tidur ditemani temaram lampu,
 semoga bisa menjaga amanah ini.

Artikel Terkait Anak dan Balita ,Pengenalan Makanan Pedamping ASI (ASI)

No comments:

Post a Comment