Saturday, February 16, 2013

Manfaat Pijat Bayi, Usia & Bahan Pijat Yang Tepat

Warisan leluhur nenek moyang kita yang telah lama dipraktekkan secara turun-temurun dalam perawatan bayi adalah pijat bayi. Pijat merupakan pengobatan tradisional alternatif yang sangat bermanfaat bagi siapa saja tanpa batasan umur. Tak hanya orang dewasa yang suka dipijat, bayi pun perlu dipijat, terutama saat ia rewel yang menandakan ada rasa tidak nyaman pada tubuhnya. Beberapa orangtua bahkan akan segera membawa si kecil ke dukun pijat bila anaknya jatuh dari tempat tidur, tampak gelisah saat tidur, sering rewel, tidak mau makan, bahkan batuk dan pilek.


Pijat bayi memang pengobatan tradisional atau cara kuno yang dianjurkan oleh orang tua kita secara turun-temurun, tetapi tetap bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan bayi. Pijatan dan sentuhan pada tubuh mungil bayi kita juga menjadi ungkapan cinta yang akan mempererat ikatan batin antara orangtua dan anak. Itu sebabnya para ahli menganjurkan agar pijat bayi dilakukan oleh ayah atau ibunya sendiri, bukan diserahkan ke dukun pijat. Walaupun demikian, untuk kasus-kasus seperti kesleo (salah urat), bayi kembung, dan lainnya yang ayah atau ibunya tidak mampu menanganinya sendiri ada baiknya dipijatkan ke dukun pijat bayi yang sudah berpengalaman.


Sentuhan atau buaian merupakan sebuah alat terapi yang sangat ampuh, begitu juga halnya pijatan. Terapis pijat bayi, Justina Perry, menerangkan bahwa sentuhan dari kulit ke kulit memiliki beragam keuntungan yang sangat penting bagi perkembangan bayi. Mungkin diantara kita banyak yang tidak mengetahui kalau kulit merupakan organ bayi yang pertama kali mengalami pertumbuhan. Bahkan saat si bayi masih berada di rahim pun, organ yang pertama kali berkembang dan ia alami adalah sentuhan pada kulit. Memijat bayi kita sedini mungkin memiliki begitu banyak keuntungan, baik secara fisik maupun psikis. Berikut akan dibahas manfaat dan keuntungan pijat bayi, usia yang tepat untuk mulai pijat bayi dan bahan pijat yang tepat untuk memijat.


Berbagai Manfaat Pijat Bayi 

Kami biasa memijatkan kedua anak kami, berikut adalah beberapa manfaat dari pijat bayi yang kami sadur dari berbagai sumber:
  1. Saat memijat bayi, kita membantu otak anak memproduksi hormon oksitosin, yang akan menurunkan kadar stres dalam otaknya. Artinya, pijatan bisa membantu si bayi untuk lebih relaks, mengurangi durasi tangisan si bayi, dan memudahkannya untuk lebuh cepat tidur.
  2. Meningkatkan kemampuan si bayi untuk memperkuat sistem pencernaannya, sehingga membantu mengurangi ketidaknyamanan yang dialami bayi, seperti masuk angin, sembelit dan lainnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Association of Infant Massage bahwa pijat bayi membuat pencernaan bayi, sirkulasi darah, serta kekuatan otot menjadi lebih baik.
  3. Membantu pertumbuhan si bayi. Saat kita memijat si bayi, sentuhan tersebut akan mengirimkan sinyal kepada kelenjar pituitary di dalam otak bayi kita. Kemudian HGH yang merupakan hormon pertumbuhan manusia akan dilepaskan, yang artinya hal ini akan membantu si bayi tumbuh dan berkembang.
  4. Bayi yang lahir prematur dan sering mendapatkan sentuhan atau pijatan lembut, sekitar 15 menit, 3 kali sehari, selama 10 hari berturut-turut memiliki peningkatan berat tubuh sekitar 50 persen lebih banyak ketimbang yang tidak dipijat. Bayi-bayi yang dipijat juga terlihat lebih responsif (Hasil riset dan studi di Amerika).
  5. Pijat merangsang sistem imun pada bayi. "Tentu saja ini sangat menenangkan bayi," ujar Lorraine Tolley dari The Guild of Infant and Child Massage. Ketidaknyamanan seperti sakit perut, pilek, dapat segera hilang. Nyeri pada gusi dan rahang selama proses pertumbuhan gigi juga akan berkurang.
  6. Pijat dapat mengurangi stres atau meningkatkan ketenanga si bayi . Bayi atau anak-anak yang secara berkala dipijat orangtuanya mempunyai kadar kecemasan dan hormon stres yang rendah. Studi di Touch Research Institute, University of Miami School of Medicine, AS, mengungkapkan, terapi sentuhan akan menurunkan kadar hormon stres kortisol, dan sebaliknya meningkatkan kadar serotonin dan dopamin yang berperan dalam menciptakan rasa nyaman.
  7. Pijatan juga diketahui dapat memperbaiki kualitas tidur bayi dengan cara menenangkan sistem saraf.


Manfaat Pijat Bayi Bagi Orang Tua 
  1. Memijat bayi memberikan keuntungan dan sebuah pengalaman yang unik bagi si ibu, yakni kesempatan untuk berada dekat dengan bayi, merasakan kulitnya, yang penting untuk menciptakan ikatan, serta mengurangi level stres ibu. Baik si bayi dan si ibu akan menghasilkan hormon yang sama yaitu hormon oksitosin, dan seringkali, para ibu yang baru usai memijat bayinya juga akan merasakan relaksasi dan ketenangan bahkan saat harus menghadapi situasi berat menangani si bayi sekalipun. Bahkan, saat ini diperkirakan, pijatan kepada bayi mampu melawan baby blues, dan mengatasi masalah depresi pasca melahirkan.
  2. Pijatan yang dilakukan ayah terhadap bayi yang berumur 12 minggu menghasilkan anak yang lebih sering melakukan kontak mata dengan ayahnya, lebih sering senyum, lebih sering memberikan ekspresi vokal, serta merespon sentuhan ketimbang bayi yang tidak dipijat oleh ayahnya. Para ayah yang memijat bayinya pun merasa lebih dekat dan lebih terhubung dengan bayi mereka (Hasil riset di Australia)
  3. Dijelaskan penulis buku The Happy Child, Linda Blair, yang juga ahli psikologi klinis, pijat memiliki efek pada sistem limbik di otak di mana tersimpan emosi-emosi positif. Sentuhan yang rutin dilakukan itu akan menguatkan perasaan positif pada bayi. Ini memberikan rasa aman bagi bayi sehingga ia akan memiliki daya hidup yang lebih baik.
  4. Pijat bayi membuat orangtua lebih percaya diri atas kemampuan asuh mereka. Pijat juga membantu ibu lebih cepat pulih dari depresi setelah melahirkan (Hasil riset dan studi di Queen Charlotte & Chelsea Hospital di London).
  5. Bagi orangtua, proses memijat membuat Anda lebih bisa memahami si kecil sehingga mampu memberikan respons cepat terhadap apa saja yang diperlukan anak.
Usia Tepat Bayi Untuk Mulai Pijat
Dr Utami Roesli SpA mengungkapkan bahwa pijat merupakan terapi sentuh paling kuno dan populer. Walaupun merupakan cara kuno, pijat bayi tetap banyak manfaat dan sebaiknya dilakukan secara rutin, setidaknya sebulan sekali. Sejumlah ahli menyatakan, pemijatan sebaiknya dilakukan setelah bayi melewati usia tiga bulan, ketika fisik bayi tidak lagi terlalu lemah untuk dipijat. Sementara ahli lain menyarankan pemijatan dilakukan mulai usia bayi beberapa minggu dengan alasan pijatan dapat membantu bayi melewati masa transisi dari dalam rahim ke dunia luar. Untuk lebih amannya, kami mulai memijatkan bayi kami ketika usianya sudah tiga bulan lebih. Bagi orangtua yang belum terbiasa memijat, ada baiknya berkonsultasi ke dokter anak atau tenaga ahli terlatih, misalnya bidan.

Waktu-Waktu Tidak Baik Untuk Pijat
Ada waktu-waktu tertentu bayi sebaiknya tidak dipijat, misalnya bila bayi sedang mengalami demam, muncul ruam-ruam pada kulit tubuhnya, atau sedang mengalami masalah pada persendian. Bayi atau anak yang baru saja diimunisasi juga tidak boleh dipijat.

Bahan Pijat Yang Tepat
Untuk memijat bayi, diperlukan bahan yang tepat. Minyak kayu putih atau minyak telon umumnya dipilih para ibu saat memijat bayinya karena aman dan tidak menyebabkan iritasi. Menurut ahli fisioterapi Wiwit Azmi Lestari, AMF, SE, DIPL. CIDESCO, aromaterapi juga aman digunakan untuk pijat bayi. Namun baby oil sebaiknya dihindari karena kandungan zat kimia parafin yang bisa menyebabkan iritasi kulit.
"Kulit bayi hingga usia satu tahun cenderung kering. Untuk melembabkan kulit atau memijat bayi, sebaiknya pilih minyak zaitun daripada baby oil yang mengandung zat kimia, parafin, yang bisa membuat iritasi," kata Wiwit kepada Kompas Female, sesuai memberikan training spa kepada 38 finalis Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2010 di Taman Sari Royal Heritage Spa Jakarta, Kamis (7/10/2010) lalu.
Essential oil untuk bayi yang aman untuk melakukan pijatan di antaranya yang mengandung ekstrak jahe, lemon, atau citrus.
"Lakukan pijatan bertahap dari kaki, tangan, badan untuk merangsang otot, peredaran darah, dan saraf," jelas Wiwit, yang juga trainer dan quality controller Taman Sari Royal Heritage Spa.
Perkembangan terkini, pijat bayi telah diadopsi oleh rumah sakit-rumah sakit bagian ibu dan anak, klinik tumbuh-kembang anak, maupun tenaga medis profesional yang membuka praktek pijat bayi, lebih dikenal dengan sebutan baby spa. Biasanya, dalam paket perawatan baby spa, pijatan pada bayi dilakukan 20-30 menit setiap kali kedatangan.Baby Spa yang terbagi menjadi dua jenis perawatan, baby gym dan massage, biasanya dilakukan seminggu sekali.
"Pijatan membuat bayi merasa nyaman dengan sentuhan ibunya, melancarkan peredaran darah, dan stimulasi semua organ tubuh. Sedangkan baby gym, selain melatih gerak bayi, jangan heran ika setiap kali sehabis gym bayi akan tertidur lelap. Salah satu gerakan saat baby gym juga membuat bayi selalu tersenyum dan tertawa terbahak-bahak," ungkap Wiwit, yang melihat aktivitas ibu dan bayi ini sebagai sarana rekreasi yang menyehatkan.
Kita juga bisa mengaplikasikan sendiri keterampilan memijat bayi di rumah setiap hari dengan berpandukan video tentang cara memijat bayi yang bisa didapatkan di youtube. Terakhir, sekedar mengingatkan kembali, bahwa pijatan orang tua sendiri sangat dianjurkan dan lebih baik daripada memanfaatkan jasa dukun pijat bayi. Tentunya dengan ketentuan, pelajari terlebih dulu cara memijat bayi yang benar. 




 *************
- dr. Desie Dwi Wisudanti -

Referensi :
  • http://www.thebabywebsite.com/article.3102.Our_Pick_of_Baby_Massage_Oils.htm
  • http://desiemeilana.wordpress.com/2011/01/13/mengapa-pijat-bayi-itu-penting/


    Artikel Terkait Anak dan Balita ,Pijat Bayi

    No comments:

    Post a Comment