Thursday, January 17, 2013

ASI Perah: Tips Memerah ASI

Dokter Muslimah
azkasyamil.blogspot
Sejak bayi pertama kali dilahirkan sampai umur 6 bulan, sangat dianjurkan kepada para ibu untuk memberikan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif kepada bayinya. Menyusui memang relatif mudah dan lebih praktis jika diberikan langsung dari payudara kepada bayi, selain itu juga dapat meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayi. Tetapi lain ceritanya jika ibu bekerja di luar rumah dan sudah harus aktif kembali setelah cuti melahirkan selesai, sedangkan sang ibu ingin tetap memberikan ASI ekslusif pada si bayi.


ASI dapat diperah melalui 3 cara, yakni menggunakan tangan, memakai alat secara manual atau menggunakan pompa elektrik. Anda bisa memilih cara yang dianggap paling gampang dan nyaman. Namun, apapun cara yang dipilih, jangan abaikan faktor kebersihan.
  • Sebelum memerah ASI, siapkan wadah tertutup yang bersih dan steril untuk menampung ASI.
  • Cucilah tangan Anda dengan sabun dan air, hingga bersih.
  • Selanjutnya, perah sedikit ASI, lalu oleskan pada puting dan areola. Tindakan ini sebaiknya dilakukan dengan alasan ASI mengandung zat anti bakteri. Setelah siap, silahkan Anda mulai memerah ASI.
TIPS MEMERAH ASI
  • Tetapkan jadwal rutin dan atur konsistensi waktu memerah, misalnya pukul 09.00-10.00 lalu pukul 12.00-13.00 dan terakhir sesaat sebelum pulang kantor sekitar pukul 16.00-17.00. Menerapkan jadwal rutin adalah salah satu cara agar mendapat refleks pengeluaran ASI (let down reflex) yang optimal.
  • ASI sedapat mungkin tetap diperah seandainya jadwal terlewat, karena pengosongan payudara merupakan salah satu cara menjaga produksi ASI tetap lancar. Sedikit meleset dari jadwal tidak akan terlalu mempengaruhi asalkan jangan ditunggu sampai payudara bengkak.
  • Gunakan pompa ASI yang cocok, dan sesuai kenyamanan Anda. Pengeluaran ASI oleh pompa ASI tidak selancar dengan isapan bayi. Sebelum memerah, rangsang puting dengan jari dan tujukan pikiran kepada bayi.
  • Sebelum memerah ASI, pilihlah tempat yang tenang dan tanpa gangguan. Duduk di kursi yang nyaman. Sekitar dua sampai lima menit sebelum mulai memerah, tarik napas dalam-dalam atau cobalah untuk relaksasi sejenak.
  • Usahakan santai dan tidak memikirkan urusan pekerjaan di saat memerah. Bantu dengan melihat foto bayi Anda saat memerah, yang bisa mengaktifkan hormon serotonin (hormon yang memicu rasa bahagia dan gembira) sehingga akan membantu produksi dan pengeluaran ASI lebih deras. Perasaan tegang, malu, takut gagal, sakit, lelah dan gelisah dapat mengakibatkan gangguan dalam refleks pengeluaran ASI
  • Mulailah berlatih memerah ASI kurang lebih seminggu sebelumnya. Selama di tempat bekerja, sebaiknya Anda memerah ASI sebanyak 2-3 kali
  • Letakkan handuk hangat di payudara selama satu atau dua menit. Selanjutnya pijat dengan lembut payudara Anda, namun tidak perlu memijat di bagian puting. Jika sudah siap, silahkan mulai memerah ASI.
  • Simpan ASI di cooler box atau kulkas, rekatkan wadah ASI dengan label tanggal ASI diperah dan nama Anda.Cara yang tepat menyimpan ASI yang telah Anda perah agar tetap baik diminum bayi.
Di masa awal memerah ASI, jumlah yang diperoleh biasanya belum sebanyak yang diinginkan. Anda tak boleh putus asa. Untuk menjadi terampil, memang butuh waktu dan latihan.




 - dr Desie Dwi Wisudanti -
************
Referensi: 
- various sources
- desiemeilana.wordpress.com


Artikel Terkait Air Susu Ibu ,ASI

No comments:

Post a Comment